Serapan Anggaran Simeulue Masih Rendah, DPRK Minta Pemda Bergerak Cepat

Anggota DPRK Simeulue, Ugek Farlian, SH., Minggu (12/7/2026). Dok. Pribadi
Anggota DPRK Simeulue, Ugek Farlian, SH., Minggu (12/7/2026). Dok. Pribadi

SITUASI.ID | SIMEULUE – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Simeulue, mendesak Pemda Simeulue agar mempercepat penyerapan anggaran daerah yang dinilai masih sangat rendah, hal itu disampaikan anggota DPRK Simeulue, Ugek Farlian, SH., Minggu (12/7/2026).

Pihak DPRK Simeulue beberapa waktu telah memanggil pihak eksekutif ke DPRK Simeulue, untuk mempertanyakan penyebab dan mendorong supaya daya serap tahun anggaran 2026 ini lebih maksimal.

Adapun jumlah APBK Simeulue tahun anggaran 2026 tercatat mencapai Rp 837 miliar lebih dan serapan hingga semester pertama hanya Rp 307 miliar lebih. Dengan sisa anggaran dari semester pertama sebesar Rp 529 miliar lebih, diperlukan kerja ekstra bagi seluruh SKPK hingga berakhirnya tutup anggaran.

BACA JUGA:   Asspira Gelar Konsolidasi Relawan Pemenangan Om Bus-Syech Fadhil di Pidie

“Kita lihat data keuangan daerah menunjukan serapan anggaran masih rendah. Ini kita sudah memasuki semester ke dua mata anggaran, kalau kita biarkan maka akan sangat berdampak bagi daerah dalam pengelolaan anggaran,” katanya.

Saat melihat data keuangan daerah, lanjutnya, pengeluaran terbesar pada gaji ASN Simeulue. Sementara, terdapat kegiatan lainnya belum dilaksanakan sama sekali padahal anggarannya tersedia.

“Hal ini (kegiatan belum dilaksanakan,red) kita desak supaya cepat dlaksanakan. Eksekutif juga paham kalau ada mata anggaran jika tidak maksimal pelaksanaannya dalam waktu tertentu maka pusat tidak akan mentransfer anggaran selanjutnya, seperti dana DAK. Kalau sudah begini tentu daerah yang rugi,” tandas Ugek Farlian.

BACA JUGA:   Kerugian Kebakaran Tempat Usaha di Simeulue Ditaksir Capai Rp 897 Juta Lebih

Desakan percepatan daya serap anggaran daerah, juga bertujuan agar penyerapan anggaran tidak menumpuk di penghujung tahun. Dimana di penghujung tahun para SKPK sudah disibukan dengan hal lain, seperti pembahasan rencana anggaran daerah dan juga anggaran perubahan.

“Kita juga mengapresiasi SKPK yang kegiatannya sudah berjalan saat ini. Kegiatan lain yang belum dilaksanakan sama sekali sampai saat ini perlu mendapat perhatian serius dari kepala daerah. Bila perlu evaluasi pejabat yang lamban dalam melaksanakan tugasnya,” tandas wakil rakyat yang sudah dua periode itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *