Gelar Rakor Sikapi Kelangkaan Solar, Ini Langkah Yang Dilakukan Pemkab Simeulue!

IMG 20230120 WA0005
Kepala Bagian Ekonomi, Budi Kari S.Hut saat dikonfirmasi awak media Situasi.co.id. (Foto: Agus Muliadi)

SIMEULUE – Pemerintah Kabupaten Simeulue mengadakan rapat koordinasi (Rakor) tentang pendistribusian dan ketersedian Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Kabupaten Simeulue tahun 2023.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri Unsur Forkopimda dan Perusahaan terkait yang berlangsung di Aula Setdakab Desa Air Dingin, Kecamatan Simeulue Timur, Jum’at (20/01/2023)

Kepala Bagian Ekonomi, Budi Kari S.Hut saat dikonfirmasi awak media Situasi.co.id menjelaskan, permasalahan yang timbul ditengah Masyarakat terkait dengan BBM diantaranya.

Pertama, masih kurangnya Kuota BBM Jenis Solar dan Minyak Tanah, Larangan menggunakan BBM Jenis Solar untuk kendaraan (Pemkab, BUMN, BUMD dan TNI Polri) serta Mobil Barang untuk pengangkutan hasil kebun dengan jumlah Roda lebih dari 6, Pembatasan Pembelian Jenis BBM Tertentu Solar Subsidi.

Kemudian, lanjut Budi, pendistribusian BBM Jenis Solar Subsidi tidak teratur dan pendistribusian jenis bahan Bakar Minyak Tanah kurang sempurna.

Setelah dilakukannya koordasinasi dengan perusahaan yang bersangkutan, beberapa poin dan langkah-langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Simeulue untuk mengatasi permasalahan tersebut, diantaranya.

a. Pemerintah Daerah Kabupaten Simeulue telah memberikan surat permintaan penambahan kuota kepada BPH Migas.

b. Perlunya surat rekomendasi dari Kepala Desa, Camat dan SKPK terkait penyaluran BBM Solar Subsidi dan Minyak Tanah.

BACA JUGA:   Dua Nelayan Hilang di Perairan Aceh Singkil Ditemukan Selamat

c. Pembukaan jam kerja SPBU untuk diatur ulang baik buka Siang dan Malam.

Selanjutnya, pembagian Kuota Tahun 2022 dan Penambahan/Pengusulan Kuota Tahun 2023 Untuk Jenis BBM Solar Subsidi :

a. Untuk Jenis BBM Solar Subsidi di  SPBU reguler PT. Padan Tadaro Alamat Desa Suka Jaya Kecamatan Simeulue Timur di Tahun 2022 dengan Kuota 906 KL, dan Tahun 2023 mengusulkan/meminta penambahan 1020 KL. Sehingga, jika hal tersebut terealisasi, jumlah total penerimaan Solar Tahun 2023 menjadi 1926 KL.

b. Untuk Jenis BBM Solar Subsidi di SPBU Mini PT. Ikada Jaya Alamat Desa Ameiteng Mulia Kecamatan Simeulue Timur di Tahun 2022 dengan Kuota 726 KL. Namun, Kuota tersebut harus dikurangi sehingga menjadi 332 KL, lantaran adanya/terbukanya SPBU baru milik PT. Energi Mutu Pratama di Desa Suak Baru Kecamatan Simeulue Tengah. Dan di Tahun 2023, PT. Ikada Jaya tidak mendapatkan penambahan kuota solar subsidi.

c. Untuk Jenis BBM Solar Subsidi di SPBU Kompak milik PT. Trinoviza Indah Kencana Alamat Desa Ameiteng Mulia Kecamatan Simeulue Timur sebelumnya tidak mempunyai Kuota Solar. Namun, di tahun 2023, akan mengusulkan Solar sebanyak 850 KL.

BACA JUGA:   Pj Bupati Kunjungi Mess Kontingen Aceh Barat Peserta PORA XIV

d. Untuk Jenis BBM Solar Subsidi di SPBU milik PT. Energi Mutu Pratama di Tahun 2022 dengan Kuota 585 KL, di Tahun 2023 mengusulkan/meminta penambahan 385 KL. Sehingga, jika hal tersebut terealisasi, jumlah total penerimaan Solar Tahun 2023 menjadi 960 KL.

e. Untuk PT. ASDP Tahun 2022 dengan Kuota 2080 KL jenis Solar Subsidi dan di Tahun 2023 direncanakan tidak ada penambahan.

f. Untuk Jenis Minyak Tanah sendiri di Tahun 2022 sebanyak 3500 KL yang disalurkan melalui PT. Ikada Jaya Alamat Desa Ameiteng Mulia Kecamatan Simeulue Timur.

Pada kesempatan itu juga, Sekretaris Daerah Kabupaten Simeulue, Asludin SE.M.Kes., menyampaikan, dengan adanya rapat koordinasi tersebut pihaknya memberikan langkah-langkah dalam pendistribusian BBM Jenis Solar dan Minyak Tanah.

“Dengan adanya Rapat Koordinasi ini akan memberikan langkah-langkah atas permasalahan dalam pendistribusian BBM di Simeulue,” ungkap Asludin

Sehingga, tidak terjadi kendala dan suatu permasalahan di tengah-tengah Masyarakat dan dapat merasakan kesejahteraan yang telah dibangun bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *