JAKARTA – Pertandingan BRI Liga 1 pekan ke-25 digelar tanpa penonton, berdasarkan keputusan bersama Panitia Pelaksana, Manajemen PSIS dan Persis serta aparat Kepolisian.
Kemudian, akibat bentrokan penonton dan Polisi itu terjadi karena sudah terlanjut memiliki karcis. Sehingga, penonton bersikeras datang ke stadion.
Oleh sebab itu, dikarena massa yang berjumlah begitu banyak, sehingga susah untuk ditenangkan. Kemudian, aparat keamanan sempat menembakkan gas air mata dan water cannon, Jumat (17/02/2023).
Sehingga, asap gas air mata sempat memasuki stadion, sesaat kemudian pertandingan dihentikan pada menit ke-74.
Terkait hal itu, Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir mengaku, telah berkomunikasi dengan berbagai pihak mengenai kericuhan yang terjadi. Namun, untuk saat ini agar tenang.
“Saya sudah berkomunikasi dengan pihak aparat, panpel, dan manajemen kedua tim. Saya meminta kepada seluruh pihak untuk tenang,” ujar dia di Jakarta, seperti dikutip laman PSSI, Sabtu (18/02/2023).
Tak hanya itu, Erick juga memahami kekecewaan para suporter yang ingin menyaksikan tim andalannya berlaga. Namun, ia mengaku akan mencari solusi sehingga sepak bola dapat dinikmati semua pihak.
Terlebih lagi, kata Erick suporter Semarang dan Solo selama ini menjadi contoh dalam membangun rivalitas yang sehat.
“Suporter Semarang dan Solo itu seduluran. Makanya ke depan perlu ada evaluasi terkait kategori risiko pada setiap laga,” pungkas Menteri BUMN itu.













