Pedagang Bakso Keliling di Bener Meriah Tewas Tergantung

bakso
Petugas kepolisian sedang melakukan olah tempat kejadian perkara terhadap korban pedagang bakso yang tergantung di Dusun Sepeden, Kampung Wih Tenang Uken, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, Senin (22/5/2023) (Foto: Dok Polsek Permata)

BENER MERIAH – Salah seorang warga di Dusun Sepeden, Kampung Wih Tenang Uken, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, ditemukan tewas dengan leher tergantung di rumahnya, Minggu (21/5/2023) sekitar pukul 16.30 WIB.

Kapolres Bener Meriah AKBP Nanang Indra Bakti melalui Kapolsek Permata Iptu Taufik Kurniawan mengatakan, Korban tersebut bernama Ayub Dirahman (25) yang berprofesi sebagai pedagang bakso keliling.

Dari keterangan istri korban Murni Mulia, Awal mula kejadian itu ketika Murni membangunkan korban dari kamar tidur pada pukul 09.00 WIB.

“Ketika itu, Murni Mulia menyiapkan sarapan pagi untuk Ayub,” Taufik, Senin (22/5/2023).

Dikatakannya, setelah korban selesai sarapan korban meminta istrinya untuk dapat mengantarkan anak-anaknya mereka jalan-jalan ke kawasan Bandara Rembele.

BACA JUGA:   Berikut Identitas Korban Tewas Kecelakaan di Tol Semarang-Batang

“Ketika itu, korban tak bisa mengantar anak-anaknya jalan-jalan sebab sedang sibuk mengurusi dagangannya yaitu bakso. Sekira pukul 11.00 WIB, istrinya menuruti permintaan korban,” jelasnya.

Taufik menambahkan, sekira pukul 15.30 WIB, istri korban bersama dengan anak-anaknya pulang ke rumah, dan melihat pintu depan rumahnya terbuka.

“Setelah masuk rumah, istri korban melihat salah satu ruangan terkunci dari dalam. Kemudian ia langsung mengintip dan dikagetkan dengan keadaan suaminya dalam posisi leher tergantung,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, setelah melihat korban tergantung Murni berteriak meminta pertolongan kepada Fahriadi yang merupakan kakak ipar korban dan Fatimah ibu mertua korban.

BACA JUGA:   Lima Kampung di Bener Meriah, Gubernur Resmikan sebagai Desa Devisa Kopi Gayo

“Melihat kondisi tersebut, Mereka langsung mendobrak pintu tersebut dan melepas tali plastik yang mengikat leher korban,” jelasnya.

Setelah itu, sekira pukul 19.30 WIB jenazah korban langsung dibawa ke Puskesmas Buntul Kemumu untuk dilakukan pemeriksaan oleh tim medis.

Dari hasil pemeriksaan, kata Taufik, tidak ditemukan tanda-tanda adanya kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Tetapi terdapat lidah menjulur dan ditemukan cairan mengering dalam celana korban.

“Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban semasa hidupnya tidak mempunyai masalah, dan tidak tahu faktor apa yang membuat korban nekat mengakhiri hidupnya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *