Pengamat USK Sebut Indonesia Punya Peran Kuat Dalam Penyelesaian Pengungsi di ASEAN

pengamat
Pertemuan Ke-56 Menteri Luar Negeri ASEAN (Sidang Paripurna) di Jakarta, Selasa (11/07/2023) (Foto: Antara)

BANDA ACEH – Pengamat sosial politik Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh Iqbal Ahmady M Daud MIP menyebut Indonesia mempunyai peran begitu kuat dalam menyuarakan penyelesaian penanganan pengungsi pencari suaka di ASEAN.

“Saya pikir cukup kuat posisi Indonesia di kancah antar negara sekarang, bisa dimanfaatkan Jokowi untuk menegaskan kembali sejauh mana Indonesia punya komitmen untuk menyelesaikan permasalahan pengungsi di ASEAN,” kata Iqbal di Banda Aceh, Rabu (12/07/2023).

Menurutnya, dinilai dari pertemuan antar anggota negara Perhimpunan Bangsa-Bangsa di Aceh Tenggara (ASEAN) dalam Kekuatan ASEAN 2023 di Indonesia menjadi salah satu momentum yang tepat untuk Indonesia dalam mempengaruhi negara regional ASEAN untuk menyelesaikan persoalan pengungsian.

“Salah satunya terkait persoalan penanganan gelombang pengungsi konflik Rohingya di Myanmar, dimana saat ini menjadikan Indonesia sebagai negara pendaratan,” ujarnya.

Dijelaskannya, para manusia perahu ini masuk ke Indonesia melalui perairan Aceh, yang sebelumnya mereka ditolak oleh negara-negara lain di Asia Tenggara.

Tentunya, lanjut Iqbal, pertolongan ini tidak bisa dilakukan terus menerus oleh masyarakat Aceh, apalagi pendaratan mereka di pesisir pantai Aceh sudah bukan yang sekali dua kali, melainkan sudah begitu sering.

BACA JUGA:   Publik Puas dengan Pelaksanaan Mudik, Kompolnas: Bukti Semangat Polisi Melayani Masyarakat

“Dengan karakter Aceh suka menolong, pasti akan ditampung, sehingga kebanyakan dari mereka berfikir akan ke Aceh saja, karena akan ditampung dengan baik,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, hal itu nantinya akan timbul persoalan lagi, misalnya sekali dua kali pertolongan, tapi tiga empat kali sudah bukan lagi kebetulan. Apalagi ditemukan kasus human trafficking, dengan berbagai motif.

Sebab itu, kata Iqbal, Indonesia sebagai ketua ASEAN memiliki peran kuat dan momentum yang tepat dalam menyuarakan penyelesaian penanganan pengungsi di Asia Tenggara ini melalui Kekuatan ASEAN 2023.

Oleh sebab itu, ia berharap peran Pemerintah Indonesia melalui Presiden Jokowi bisa membahas secara kontinu terkait penanganan pengungsi kedepannya. Sehingga nantinya ada pembagian peran antar-anggota negara ASEAN dan juga UNHCR sebagai lembaga penanganan pengungsi dunia dalam upaya penyelesaiannya.

BACA JUGA:   Massa Berbagai Daerah Padati JIS, JK: Ini Warning

Ia mengatakan, tidak hanya di Indonesia yang dapat menampung para pencari suaka itu, tetapi juga negara lain, atau tersedia penampungan bersama ASEAN serta didukung penuh peran besar dari UNHCR.

“Momentum sekarang bagus sekali bagi Indonesia, Indonesia lagi didengar, dengar. Apapun yang dilakukan Indonesia, apapun Indonesia dikatakan, proposalnya agak sulit ditolak oleh negara lain,” ungkapnya.

Apalagi saat ini, katanya, dalam dua tahun terakhir Presiden Jokowi begitu rajin melakukan kunjungan keberbagai negara-negara sahabat dengan tujuan membangun hubungan diplomatik. Hal ini membuat posisi Indonesia semakin kuat dalam konteks politik global.

“Jadi secara konteks global, kepemimpinan Indonesia dalam ranah persahabatan dengan negara lain sudah mulai dapat porsi yang lebih, jadi pengaruhnya sudah mulai menginfluance beberapa kepala negara. Ini bisa dimanfaatkan oleh Presiden Jokowi untuk menegaskan beberapa hal kembali, terutama masalah pengungsi di ASEAN,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *