BANDA ACEH – Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Blang Bintang, TM. Jakfar, SKM, melalui Staf Gizi Puskemas Blang Bintang, Novi Yani mengatakan, bahwa angka prevalensi Stunting per september 2023 di wilayah tersebut mencapai 18,6%. Namun, Novi menargetkan angka Stunting tahun 2023 dapat menurun dibawah target Nasional sebesar 16%.
“Untuk target tahun ini harapan kami angka Stunting bisa turun ke angka dibawah target Nasional yaitu 16%,” kata Novi saat dikonfirmasi Situasi.co.id pada Selasa (12/12/2023).
Novi menjelaskan, untuk mencapai target tersebut pihaknya tetap bekerja keras untuk melakukan program yang diberikan oleh Pemerintah yaitu Pemberian Makanan Tambahan (TMP), pemberian Tablet Tambah Darah, serta melaku edukasi kepada masyarakat pentingnya Konsumsi Protein Hewani untuk dapat mecegah Stunting.
Menurut Novi, faktor utama terjadi Stunting di wilayah tersebut yaitu faktor ekonomi dan pola asuh yang kurang tepat.
“Salah satu ya faktornya ekonomi. Kemudian, pola asuh anak yang kurang tepat,” tuturnya.
Meski demikian, Novi berharap, angka Stunting di wilayah Blang bintang dapat menurun sesuai dengan angka yang ditargetkan atau dibawah target angka Nasional.

Novi juga mengungkapkan, bahwa peran Posyandu juga merupakan garda terdepan atau ujung tombak pemerintah dalam pencegahan Stunting. Untuk itu, Puskesmas optimalkan peran posyandu untuk menekan angka Stunting. Oleh seba itu, salah satu upaya Puskesmas Kecamatan Blang Bintang dalam mencegah serta menekan angka Stunting yaitu dengan cara mengoptimalkan Posyandu di Gampong.
“Peran posyandu dalam penanganan Stunting sangatlah penting. Karena pemantauan pertumbuhan dan perkembangan bayi dilakukan satu bulan sekali, apabila balita yang mengalami permasalahan pertumbuhan dapat langsung dideteksi sedini mungkin dan posyandu juga salah satu cara untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dalam hal pencegahan Stunting,” kata Kepala Puskesmas Blang Bintang T.M Jakfar, SKM, melalui staf gizi, Novi Yani.
Lebih lanjut, peran kader dalam penyelenggaraan posyandu sangat besar karena selain menjadi pemberi isu kesehatan pada masyarakat, juga sebagai penggerak masyarakat untuk datang ke posyandu dan melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat. Karena peran posyandu untuk mencegah stunting sangat besar.

“Maka, kami memberikan pembinaan dan pelatihan untuk 26 orang kader posyandu dari 26 Gampong di Kecamatan Blang Bintang. Supaya ibu-ibu bisa mendapatkan penyuluhan tentang gizi, agar pada saat menyiapkan makanan sesuai untuk anak serta memenuhi asupan gizi yang dibutuhkan oleh si anaknya,” ujarnya
Novi menuturkan, pembinaan dan pelatihan tersebut merupakan langkah konkret yang diupayakan ialah peningkatan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang kaya akan Protein Hewani untuk balita dalam wilayah kecamatan Blang Bintang.
Kegiatan tersebut, ungkap Novi, tidak hanya bertujuan untuk memberikan asupan Gizi yang cukup. Tetapi, untuk meningkatkan kesadaran orang tua tentang pentingnya Pola Makan Sehat untuk tumbuh kembangnya anak.
Kemudian, Puskesmas juga mengadakan konseling khusus ibu balita dan balita dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu terhadap Stunting.
“Jadi, didalam konseling itu para petugas memberikan edukasi, tentang pemberian makanan, cara pengolahan, bentuk serta porsi yang harus diberikan, yang bagi balita yang terindikasi stunting,” paparnya.
Selain itu, Puskemas Blang Bintang juga telah melaksanakan kegiatan Kelas Ibu Balita. Karena, didalam kelas ibu balita langsung kita libat dokter, promkes dan ahli gizi.
“Kenapa kami libatkan dokter, karena bukan hanya penanganan masalah gizi saja, kadang nanti ada penyakit lain yang bisa ditangani. Maka perlu dilibatkan para dokter,” pungkasnya.













