SITUASI | Banda Aceh- Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, menghimbau agar masyarakat agar tidak melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan atau panic buying, Jumat (6/2/2023).
Pasokan BBM di wilayah Aceh dipastikan dalam kondisi aman dan distribusinya berjalan normal.
Menyusul maraknya warga Aceh saat ini banyak melakukan aksi panic buying di sejumlah SPBU di Banda Aceh termasuk dibeberapa daerah di Aceh.
Kapolda Aceh menjelaskan, informasi yang beredar dimasyarakat terkait angka 20 hari bukan menunjukan keterbatasan stok BBM, melainkan cadangan operasional yang disiapkan untuk menjaga stabilitas distribusi.
“Pertamina telah menyampaikan bahwa angka 20 hari yang dimaksud adalah cadangab operasional BBM. Bahkan secara kapasitas penyimpanan, pasokan BBM dapat menampung hingga sekitar 25 sampai 26 hari,” kata Kapolda Aceh.
Ia menjelaskan bahwa stok BBM di Aceh dalam kondisi aman, sehingga masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang dapat menimbulian kekhawatiran berlebihan.
“Kami menghimbau agar masyarakat tidak membeli BBM secara berlebihan. Pasokan BBM di Aceh dalam kondisi aman dan distribusinya berjalan lancar,” ucap Kapolda Aceh.
Untuk memastikan kelancaran distribusi energi tersebut, Polda Aceh terus berkoordinasi dengan pihak terkait.
Selain itu, jajaran kepolisian juga melakukan langkah-langkah preventif dengan memberikan pengamanan disejumlah SPBU serta meningkatkan patroli guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif, tutup Kapolda Aceh.













