Pasar Peunayong Terbakar, Tiga Toko Dilalap Sijago Merah

Pasar Peunayong dilalap sijago merah
Tiga unit toko di Jalan Kartini  Pasar Peunayong Banda Aceh, terbakar sekira pukul 17.50 WIB, Minggu 22/01/2023. (Foto: Situasi/Jawasir)

BANDA ACEH – Pasar Peunayong Banda Aceh, terbakar sekira pukul 17.50 WIB. Pada insiden itu, sebanyak tiga unit toko di Jalan Kartini dilalap sijago merah, Minggu (22/1/2023).

Laporan kebakaran yang diterima petugas Damkar Banda Aceh sekira pukul 17.40 Wib, oleh Masyarakat setempat. Sehingga, dalam hitungan menit tiga Unit Armada damkar milik markas induk Geuceu Meunara dikerahkan ketempat kejadian.

Setiba dilokasi, Proses pemadaman pun berlangsung selama 30 menit. Pada pukul 19.00 WIB, ketiga ruko dinyatakan aman.

Untuk saat ini, insiden tersebut tidak ada korban jiwa dan kerugian materil belum diketahui, serta penyebab kebakaran itupun masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

BACA JUGA:   Pencuri Handphone Diamuk Massa, Kapolsek Bandar Amankan Pelaku

Pantauan Awak Media situasi.co.id di lokasi terlihat Pj Wali Kota Banda Aceh, yang juga hadir memantau langsung proses pemadaman tiga unit ruko tersebut.

Pada kesempatan itu, PJ Wali Kota Banda Aceh, Bakri Siddiq menyampaikan, terima kasih dan apresiasi kepada petugas Damkar yang langsung tiba di lokasi tak lama setelah kejadian.

“Begitu laporan warga masuk, petugas kita datang dalam waktu lima menit dan berhasil menjinakkan sijago merah,” kata Bakri Siddiq di TKP, Minggu (22/01/2023).

BACA JUGA:   Dana Insentif Tidak Dialokasi, Sopir Bus Sekolah Dinas Perhubungan Simeulue Tak Beroperasi

Tak hanya itu, Bakri Siddiq juga memberikan apresiasi kepada para petugas kepolisian, TNI, Satpol PP/WH, anggota RAPI, warga setempat, dan pihak lainnya.

“Saya mengapresiasikan tindakan cepat ini, Inilah yang kita butuhkan saat bencana terjadi, semua saling bergotong-royong saling membantu,” ucapnya.

Bakri Siddiq juga mengimbau kepada Masyarakat untuk lebih hati-hati saat meninggalka Rumah. Serta memastikan peralatan Dapur dan Listrik aman untuk ditinggalkan.

“Pengecekan secara berkala terhadap instalasi kelistrikan juga perlu dilakukan. Utamakan pencegahan sebelum terjadinya bencana yang dapat merugikan orang banyak,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *