situaai.co.id I SIMEULUE – Supir Bus Sekolah Dinas Perhubungan Kabupaten Simeulue mengeluh, karena dana Insentif tidak dialokasikan pada tahun 2023.
Untuk diketahui, Bus sekolah yang biasanya melayani rute Sinabang Kecamatan Simeulue Timur hingga Desa Sambay Kecamatan Teluk Dalam, Simpang Lanting Kecamatan Teupah Tengah dan Simpang Kolok Desa Kota Batu, dalam satu minggu ini tidak beroprasi.
Akibat tidak beroprasinya Bus Sekolah tersebut sangat berdampak terhadap kehadiran Siswa/i. Dikarenakan, jarak tempuh dari Rumah menuju Sekolah terbilang cukup jauh.
Terkait hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa kehadiran Siswa/i dikarenakan ketergantungan dengan Bus Sekolah yang menjadi sarana transportasi milik Pemerintah Kabupaten Simeulue itu.

Sejumlah Supir Bus Sekolah yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, pihaknya mengeluhkan Insentif yang belum terbayarkan oleh Pemerintah Daerah. Padahal, dalam kurun Lima tahun pihaknya selalu ada Insentif.
Sementara, kata Supir tersebut, Dana Insentif pihaknya hanya Rp 50.000 ribu. Namun, sulit dibayarkan. Tak hanya itu, pihaknya juga dituntut bekerja pada pukul 05:00 pagi untuk bergegas menjemput para Siswa/i.
“Kami mengeluhkan Dana Insentif kami tidak dialokasikan lagi, itupun hanya 50 ribu saja, Namun rasa-rasanya sulit sekali untuk dibayarkan sementara kami bekerja dari jam 05.00 Shubuh,” kata Sopir itu kepada situasi.co.id saat ditemui di warung kopi, Selasa (31/01/2023).
Ditempat terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Simeulue, Mulyawan Rohas, ST saat dikonfirmasi Situasi.co.id melalui Via WhatsApp mengatakan, bahwa benar terkait hal itu dan pihak Sopir Bus mengeluh atas Insentif tersebut.
“Benar, mereka kualahan untuk insentif Supir Bus Sekolah belum dialokasihkan pada tahun 2023 ini,” kata Rohas.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada jawaban yang pasti mengapa tidak dialokasihkan lagi dana insentif Supir Bus Sekolah itu pada tahun 2023 ini.













