Berhasil Turunkan Kemiskinan Ekstrem, Pemerintah Aceh Terima Dana Intensif Fisikal

pemerintah-aceh
Penjabat Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, saat menerima secara simbolis dana insentif fiskal kategori menurunkan angka kemiskinan ekstrim dari Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Kamis (09/11/2023) (Foto: Dok Istana Wakil Presiden)

JAKARTA – Penjabat Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, menerima penghargaan dana insentif fiskal kategori kinerja penghapusan kemiskinan ekstrem 2023. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

“Beberapa penjabat kepala daerah di Aceh juga turut meraih penghargaan serupa,” ujar Penjabat Bupati Gayo Lues, Alhudri, pada Kamis (09/10/2023).

Aceh menduduki peringkat sebagai salah satu dari tujuh provinsi terbaik dalam mengurangi angka kemiskinan ekstrim. Penghargaan serupa juga diberikan kepada provinsi lain, antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, dan Banten.

BACA JUGA:   Kabar Meninggalnya Mantan Kepala BNPB Hoax

Sedangkan untuk kategori kabupaten dan kota, Gayo Lues termasuk sebagai salah satu penerima insentif fiskal ini. Selain itu, penjabat kepala daerah lain yang meraih penghargaan meliputi Aceh Singkil, Aceh Selatan, Aceh Tenggara, Aceh Barat, Aceh Utara, Bupati Aceh Jaya, Pidie Jaya, dan Sabang.

Penghargaan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2022 tentang Upaya Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. Penyerahan penghargaan dilakukan dalam Rapat Koordinasi Nasional di Istana Wakil Presiden, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta.

BACA JUGA:   Ditinggal Pemilik, Satu Rumah di Bener Meriah Ludes Terbakar

Alhudri mengatakan bahwa penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi terhadap kinerja pemerintah daerah dalam upaya mengentaskan kemiskinan. Tahun ini, Menteri Keuangan memberikan total insentif fiskal sebesar Rp 750 miliar untuk mengatasi kemiskinan ekstrem.

“Penghargaan ini akan menjadi motivasi bagi kami untuk terus menurunkan angka kemiskinan di Aceh,” ungkap Alhudri.

“Ini akan menjadi pelecut bagi kami untuk terus menekan angka kemiskinan di Aceh,” kata Alhudri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *