BANDA ACEH – Baitul Mal Aceh (BMA) sedang merancang panduan pendampingan untuk meningkatkan efektivitas pemberdayaan mustahik dengan menggunakan zakat dan infak. Langkah ini bertujuan untuk mendukung optimalisasi penggunaan dana zakat dan infak.
Anggota Badan Baitul Mal Aceh, Mukhlis Sya’ya mengatakan program tersebut diharapkan dapat mendukung mustahik agar lebih sejahtera dan mandiri di kemudian hari.
“Kita berharap panduan ini bisa mulai digunakan tahun depan untuk memaksimalkan manfaat dari penyaluran zakat untuk mengentaskan kemiskinan,” kata Mukhlis, di Banda Aceh, Jumat (15/09/2023).
Mukhlis menjelaskan, penyusunan konsep pendampingan itu sudah masuk tahap finalisasi. Diperkirakan bulan ini selesai.
Selain itu, lanjut Mukhlis, Baitul Mal Aceh juga berterima kasih atas partisipasi Yayasan Aceh Hijau untuk ikut merancang panduan tersebut. Sehingga rancangan tersebut selesai dengan yang diharapkan.
Sementara itu, Pengurus Yayasan Aceh Hijau, Ibnu Mundzir menyampaikan program yang sudah digagas tersebut diharapkan dapat berjalan dengan baik. Apalagi Baitul Mal Aceh memiliki peluang untuk meningkatkan kesejahteraan serta kemandirian ribuan mustahik di Aceh.
Menurutnya, BMA memberikan dukungan yang komprehensif mulai dari janin dalam kandungan hingga warga lanjut usia. Upaya ini mencakup pencegahan stunting selama seribu hari pertama kehidupan, pemberian beasiswa pendidikan kepada anak-anak, pemberdayaan ekonomi keluarga, serta santunan bagi fakir uzur.
“BMA mampu menjangkau layanan yang begitu luas,” kata Ibnu Mundzir.













