BMA Harap Program Pemberdayaan Mustahik Solusi Atasi Kemiskinan di Aceh

bma
Baitul Mal Aceh bersama Yayasan Aceh Hijau saat merancang program pendampingan pemberdayaan untuk mustahik di Aceh, Jumat (15/09/2023) (Foto: Humas BMA)

BANDA ACEHBaitul Mal Aceh (BMA) sedang merancang panduan pendampingan untuk meningkatkan efektivitas pemberdayaan mustahik dengan menggunakan zakat dan infak. Langkah ini bertujuan untuk mendukung optimalisasi penggunaan dana zakat dan infak.

Anggota Badan Baitul Mal Aceh, Mukhlis Sya’ya mengatakan program tersebut diharapkan dapat mendukung mustahik agar lebih sejahtera dan mandiri di kemudian hari.

“Kita berharap panduan ini bisa mulai digunakan tahun depan untuk memaksimalkan manfaat dari penyaluran zakat untuk mengentaskan kemiskinan,” kata Mukhlis, di Banda Aceh, Jumat (15/09/2023).

BACA JUGA:   PII Aceh Barat Gelar Pelatihan Jasa Konstruksi dan Muscab ke II

Mukhlis menjelaskan, penyusunan konsep pendampingan itu sudah masuk tahap finalisasi. Diperkirakan bulan ini selesai.

Selain itu, lanjut Mukhlis, Baitul Mal Aceh juga berterima kasih atas partisipasi Yayasan Aceh Hijau untuk ikut merancang panduan tersebut. Sehingga rancangan tersebut selesai dengan yang diharapkan.

Sementara itu, Pengurus Yayasan Aceh Hijau, Ibnu Mundzir menyampaikan program yang sudah digagas tersebut diharapkan dapat berjalan dengan baik. Apalagi Baitul Mal Aceh memiliki peluang untuk meningkatkan kesejahteraan serta kemandirian ribuan mustahik di Aceh.

BACA JUGA:   Nalayan Selama 2022 Alami Kesulitan, Begini Harapan di 2023

Menurutnya, BMA memberikan dukungan yang komprehensif mulai dari janin dalam kandungan hingga warga lanjut usia. Upaya ini mencakup pencegahan stunting selama seribu hari pertama kehidupan, pemberian beasiswa pendidikan kepada anak-anak, pemberdayaan ekonomi keluarga, serta santunan bagi fakir uzur.

“BMA mampu menjangkau layanan yang begitu luas,” kata Ibnu Mundzir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *