BANDA ACEH – Amran Sulaiman memulai kariernya dengan bekerja di PT.Perkebunan Nusantara XIV Persero (PTPN-XIV), sebelum terjun ke pemerintahan. Kemudian, setelah 15 tahun mengabdi, Amran memilih mendirikan bisnis miliknya sendiri yaitu akronim dari ‘tikus diracun Amran’ dibawah Grup Tiran.
Tak hanya itu, Amran juga berprofesi sebagai Dosen di Universitas Hasanuddin (Unhas) yang juga merupakan kampus almamaternya lulusan Sarjana Pertanian Unhas.
Grup Tiran menaungi berbagai lini bisnis, diantaranya, PT.Tiran Indonesia (pertambangan nikel dan emas), PT.Tiran Sulawesi (perkebunan sawit dan tebu), PT.Tiran Mineral (tambang nikel), PT.Tiran Makassar (distributor Unilever) dan PT.Tiran Bombana (emas dan timah hitam).
Dan juga terdapat anak usaha yang dimiliki Amran, dibawah naungan Grup Tiran, yaitu PT.Bahteramas (pabrik gula), PT.Amrul Nadin (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU percontohan di Maros), CV.Empos (distributor Semen Tonasa), CV.Empos Tiran (produsen rodentisida) dan CV.Profita Lestari (distributor pestisida).
HARTA KEKAYAAN AMRAN SULAIMAN
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara Elektronik (e-LHKPN) pada laman Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dengan nama asli Andi Amran Sulaiman menyampaikan laporan kekayaannya pertama kali ketika menjabat sebagai Mentan dengan total harta kekayaan mencapai Rp325,2 miliar (Rp 325.269.766.352) pada 5 November 2014.
Setelah itu, Amran absen melaporkan harta kekayaannya selama 2 tahun. Kemudian, pada tahun 2017, Amran kembali melaporkan harta kekayaannya dengan total Rp257 miliar yang dilaporkan pada tanggal 31 Desember 2017.
Kemudian, pada tahun 2018, Amran kembali melaporkan harta kekayaannya dengan total Rp274 miliar yang dilaporkannya pada tanggal 31 Desember 2018.
Pada priode tahun 2022, harta kekayaan Amran mencapai Rp279,5 miliar, yang dilaporkannya pada tanggal 31 Desember 2022
Berikut Rincian Harta Kekayaan Amran
Tanah dan bangunan Rp42.249.445.000, Alat transportasi dan mesin Rp3.420.000.000, Harta bergerak lainnya Rp281.737.500, Surat berharga Rp205.534.000.000, Harta lainnya Rp38.000.048 dan Utang Rp293.739.265.
Aset milik Amran Sulaiman didominasi oleh surat berharga dengan nilai sebesar Rp205,5 miliar. Lulusan Sarjana Pertanian Universitas Hasanuddin (Unhas) tersebut juga memiliki 13 bidang tanah dan bangunan seluas 150 sampai 65.984 meter persegi yang terletak di Makassar dan Gowa, Sulawesi Selatan.
Amran Sulaiman juga mengoleksi 4 unit kendaraan roda empat dengan total Rp3,4 miliar. Adapun 4 jenama alat transportasinya meliputi Hummer Jeep (2009), Toyota Camry Sedan (2005), Toyota Fortuner Jeep (2006), dan Toyota Kijang Innova Minibus (2005).









