Jalan Nasional Tapaktuan – Subulussalam Terendam Banjir, Kompol Usman: Personel Brimob Polda Aceh Telah Dikerahkan ke Lokasi

personel polda aceh bantu masyarakat terkena banji
Personel Brimob Polda Aceh saat sedang siaga untuk membantu masyarakat korban banjir. (Foto: Bid Humas Polda Aceh)

BANDA ACEH – Setelah diguyur hujan lebat, ruas jalan nasional Tapaktuan – Subulussalam, tepatnya di Gampong Kapa Seusak, Kecamatan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan terendam banjir.

Komandan Batalyon C Pelopor Sat Brimob Polda Aceh Kompol Usman, melalui Plh Danki I Batalyon C Pelopor, Ipda Heri Simangunsong menyampaikan, personel Brimob telah dikerahkan dan disiagakan untuk membantu masyarakat korban banjir.

“Personel sudah dikerahkan untuk bantu warga yang terkena banjir sambil melakukan patroli pada beberapa titik yang dianggap rawan banjur, serta mengevakuasi warga yang terjebak banjir,” kata Ipda Heri Simangunsong, dalam keterangannya, Selasa (11/07/2023).

BACA JUGA:   Akibat Angin Kencang, Tiga Rumah di Aceh Timur Tertimpa Pohon

Heri menjelaskan, banjir yang merendam badan jalan tersebut setinggi 20 – 30 cm. Sementara ketinggian air di pemukiman warga berkisar 50 – 80 cm.

Untuk mengantisipasi dampak banjir, personel Kompi I Batalyon C Pelopor Sat Brimob Polda Aceh dikerahkan untuk melakukan patroli SAR pada beberapa titik banjir yang dianggap rawan.

“Personel terus melakukan patroli dan melaporkan perkembangan banjir serta terlibat langsung melakukan evakuasi terhadap warga yang terjebak banjir,” ungkap Heri.

BACA JUGA:   Disdik Nagan Raya Terus Kembangkan Seni Budaya Daerah Bagi Pelajar SD, SMP

Hingga saat ini, kata Heri, banjir luapan sungai Kapa Seusak tersebut tidak mengalami peningkatan. Warga juga dilaporkan masih bertahan di rumah masing-masing dan belum ada yang mengungsi.

Sebanyak 211 KK atau 635 jiwa diperkirakan terdampak banjir tersebut. Namun, personel Brimob, BPBD, Koramil, dan Polsek setempat terus siaga untuk mengantisipasi dan memantau setiap perkembangan.

“Untuk warga belum ada tanda-tanda untuk mengungsi. Mereka masih memilih untuk bertahan di rumah masing-masing. Sampai saat ini situasi masih aman terkendali,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *