SITUASI | Banda Aceh- Perang antara Iran vs Amerika Serikat dan Israel telah memasuki hari ketujuh pada Jumat (6/3/2026).
Sejauh ini, belum ada tanda-tanda dari Iran maupun AS mau menghentikan aksi saling serang apalagi menuju meja perundingan. Berikut sejumlah fakta terkini perkembangan peperangan yang makin meluas di Timur Tengah itu:
Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) dilaporkan sedang menyiapkan pasukan Kurdi dengan tujuan memicu pemberontakan di Iran dalam beberapa hari mendatang.
Milisi Kurdi diperkirakan akan mendapat dukungan dari Amerika Serikat dan Israel, meski bentuk dukungan tersebut belum diungkap. Rencana ini muncul di tengah perang yang tengah berlangsung antara Iran vs AS-Israel yang telah berlangsung lima hari terakhir.
“Kami baru saja melakukan percakapan menarik dengan seorang pejabat senior Kurdi Iran yang mengatakan pasukan oposisi Kurdi Iran sedang mempersiapkan operasi darat di wilayah barat Iran dalam beberapa hari mendatang,” dikutip dari media CNN pada Kamis (5/3).
Operasi militer AS ke Iran ini berlangsung kala Pentagon memang sudah menghadapi kekurangan rudal Patriot, karena sebagian besar persediaan telah digunakan untuk mendukung pertahanan udara Ukraina selama empat tahun perang dengan Rusia.
Bocoran pejabat AS ini mengindikasikan jika serangan terhadap Iran berlanjut lebih dari 10 hari, persediaan sejumlah rudal penting milik AS bisa benar-benar mulai menipis.













