Daerah  

Solar Langkah di Aceh Barat, Warga Rela Antre Hingga Berjam Jam

warga
Petugas kepolisian sedang mengatur lalulintas kendaraan yang antri di SPBU Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Jum'at (2/6/2023) (Foto: AJNN)

ACEH BARAT – Akibat kurangnya pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar, Puluhan warga di kabupaten Aceh Barat rela mengantre di SPBU berjam – jam bahkan hingga malam demi mendapatkan solar tersebut.

Demi mendapatkan solar tersebut, warga yang mengantre akan mendapatkan BBM jenis solar begitu datang truk tangki lalu membongkar pada pagi hari.

“Antrean akan terus ada hingga persediaan BBM jenis solar khususnya subsidi masih ada dalam tangki penyimpanannya,” kata pengawas SPBU Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Fazri, Jum’at (2/6/2023).

Dikatakannya, mengaku tidak bisa berbuat banyak jika antrean yang terjadi semakin bertambah setiap harinya.

“Dalam beberapa bulan ini memang sudah panjang antreannya, kalau masalah minyak atau masalah stok memang cukup, memang mobilnya bertambah makin hari makin banyak, kalau manual sama barcode lebih cepat manual, ini memang mobilnya banyak sekarang,” ujarnya.

BACA JUGA:   Penyidik Polda Aceh Segera Tuntaskan Kasus RS Regional Aceh Tengah

Menurut Fazri, SPBU Suak Raya setiap harinya mendapatkan pasokan BBM jenis solar 16 ton, namun tidak sampai 24 jam stok BBM yang di berikan sudah habis.

“Kita untuk khusus solar bukanya dari jam 7 pagi sampai 10 malam, kalau tengah malah tidak bisa dipantau, inikan minyak subsidi dipantau sama Pertamina takutnya ada penyelewengan,” sebutnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, pihaknya akan mengantisipasi agar tidak terjadinya penyelewengan terhadap kebutuhan solar yang semakin meningkat, dengan cara tidak membiarkan orang dan kendaraan yang sama mengisi lebih dari satu kali dalam sehari.

“Dulunya dua shift sehari artinya ada dua orang petugas, kalau sekarang metode satu shift yang bekerja dari jam 7 sampai jam 10 malam, jadi petugas bisa tanda mana mobil yang sudah dan mana mobil yang belum, kalau kita manusia ini ada los control seperti ganti supir, kalau secara sengaja kita tidak ada lose,” ungkapnya.

BACA JUGA:   Anggaran Pilkada 2024 di Pidie Rp 67 Milliar

Ia mengatakan, dalam mendapatkan BBM bersubsidi jenis solar, ketentuan yang diterapkan di SPBU Suak Raya yakni senilai Rp400 ribu untuk roda empat, Rp600 ribu untuk roda enam dan Rp800 ribu untuk roda delapan.

“Jika tidak dibatasi seperti itu, tentu saja jumlah BBM yang ada tidak terbagi secara merata, dan yang menjadi catatan pihak pengawas, selama solar masih ada di SPBU maka antrean akan terus ada,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *