Hukrim  

Usai Dilantik, Advokat Aceh Diminta Jaga Kode Etik

kongres-advokat-indonesia
Pelantikan 31 advokat DPD KAI Aceh di Banda Aceh (Foto: AJNN)

BANDA ACEH – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Kongres Advokat Indonesia (KAI) Aceh, M Ali Ahmad meminta 31 advokat yang baru dilantik menjaga kode etik serta mengedepan moral dan etika, Selasa (26/12/2023).

“Advokat perlu menjaga marwah profesi terhormat,” kata M Ali Ahmad.

Dia juga mengharapkan advokat KAI profesional menjalankan profesi dan membela klien, tanpa membeda-bedakan status sosial. Terutama warga miskin apabila membutuhkannya. Hal itu sesuai perintah undang-undang advokat, tidak hanya membela siapa yang bayar.

“Wajib hukumnya memprioritaskan pencari keadilan yang tidak mampu, karena kita hadir agar hukum tegak bagi siapa saja tanpa kecuali,” ujarnya.

Sekretaris DPD KAI Aceh, Hendri Saputra mengatakan acara pengangkatan dilakukan organisasi advokat merupakan keharusan sebelum pengacara diambil sumpahnya oleh pengadilan Tinggi Banda Aceh, yang dilaksanakan pada 27 Desember 2023.

Sumpah tersebut, kata Hendri, rangkaian akhir sehingga seseorang sah menjadi advokat sesuai ketentuan UU nomor 18 tahun 2003 tentang Advokat.

“Sebelum disumpah dan dilantik. 31 Advokat tersebut telah melewati rangkaian proses dan tahapan seperti ujian, pendidikan serta magang sesuai ketentuan berlaku,” jelasnya.

Hendri menambahkan bersamaan dengan acara pelantikan advokat tersebut, KAI juga melakukan rapat kerja daerah tahunan sebagai sarana silaturahmi, dalam rangka menjalankan ketentuan AD atau ART organisasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *