3 Anak di Simeulue Diduga Indap Penyakit Polio

IMG 20230318 WA0069
Fattah Al-Insyirah bersama Orang tuanya dikediaman. Foto (Dinkes)

SIMEULUE – Bahaya penyakit Polio masih terus mengintai anak-anak di Aceh terkhusus di Kabupaten Simeulue. Dimana, dampaknya dapat mengakibatkan kelumpuan total pada anak, kejadian ini diduga telah terjadi pada 3 orang anak asal Kecamatan Salang, Teupah Barat dan Teupah Selatan.

Sub Koordinator Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Simeulue, Laila Heranita, mengatakan, awal kejadian tersebut terjadi pada salah seorang anak yang bernama Fattah Al-Insyirah yang mengindap penyakit demam tinggi dan Step.

Namun, seiring berjalan waktu Fattah pada umur 4 bulan kakinya mulai tidak bisa digerakan. Bahkan, kedua orang tua Fattah telah berusaha mencarikan obat untuk anaknya, namun tak kunjung pulih.

BACA JUGA:   Mantan Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya Divonis 6 Tahun Penjara

Sehingga, permasalahan anaknya sampai ditangani Dinas Kesehatan Kabupaten Simeulue, untuk diuji ke Laboratarium. Kemudian, hasil laboratorium menunjukkan virus polio tidak ditemukan.

“Sesuai dengan guideline dan hasil penelitian bahwa virus polio akan kecil kemungkinan tidak ditemukan,” kata Heranita saat dikonfirmasi situasi.co.id, Sabtu (18/03/2023).

Tak hanya itu, di Daerah lain telah ditemukan, persis seperti kasus penyakit Polio dan diduga anak berusia 2 bulan tidak bisa menggerakan kakinya akibat mengindap penyakit Polio.

BACA JUGA:   Sub PIN Polio Tahap Dua di Kabupaten Simeulue Capai 93,2 %

Kemudian, untuk mengetahui kebenaranya, Dinas Kesehatan Kabupaten Simeulue mengambil sampel BAB bayi untuk dikirim ke Jakarta pusat sebagai bah uji Laboratarium.

“Untuk menguji kebenaran penyakit Polio yang diduga dialami bayi berusia 2 bulan, sampel BAB bayi telah dikirim ke Laboratarium Jakarta Pusat,” pungkasnya.

Oleh sebab itu, Heranita mengajak kepada Masyarakat Simeulue yang mempunyai anak, kiranya tidak sungkan-sungkan membawak anaknya untuk diimunisasi. Karena dengan imunisasilah penyakit Polio dapat dicegah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *