BANDA ACEH – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Aceh, Murdani Yusuf menyebutkan, bahwa kebutuhan darah di wilayah Kota Banda Aceh mencapai 100 hingga 150 kantong perharinya.
“Namun hal tersebut belum terpenuhi secara maksimal, saat ini baru mencapai 90 persen,” kata Murdani setelah menghadiri kegiatan pelatihan orientasi siaga bencana berbasis masyarakat se Kota Banda Aceh di Rumoh PMI, Sabtu (29/07/2023) seperti dikutip dari ajnn.net.
Ia menjelaskan, kekurangan stok darah terjadi disebabkan karena kebutuhan setiap harinya sangat tinggi, bahkan untuk permenitnya dibutuhkan untuk keperluan melahirkan, korban tabrakan hingga pasien pengidap thalesemia.
“Ada sebagian masyarakat belum tersentuh sosialisasi, oleh karena itu tugas PMI sekarang ingin terjun ke desa-desa, agar adanya perpanjangan tangan PMI ke desa dan menjadi relawan desa,” Katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, secara kesehatan, mendonor darah sangat baik dilakukan, pasalnya dapat melancarkan sirkulasi darah dan meminimalisir penyakit gula, hypertensi dan kolestrol.
Menurutnya, kebijakan pemerintah dalam membantu PMI untuk sosialisasi donor darah sangat dibutuhkan, sebab sebagian masyarakat belum semua tahu bahwa donor merupakan sebuah kebutuhan.
“Bicara konteks Aceh, PMI memberikan pelayanan ke seluruh Aceh bukan cuma Kota Banda Aceh. Sesuai dengan assesment Kementerian Kesehatan, kebutuhan darah itu dua persen dari penduduk Aceh,” tuturnya.













