Gibran Resmi Cawapres Prabowo, Perang Dingin Jokowi-Megawati Dimulai

perang-dingin
Joko Widodo dan Megawati Soekarnoputri (Foto: Istimewa)

JAKARTA – Perang Dingin antara Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, semakin terasa setelah Gibran Rakabuming Raka diumumkan sebagai calon wakil presiden yang akan mendampingi Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024.

Menurut CEO Senopati Syndicate, Raylis Sumitra, jika Pilpres 2024 melibatkan tiga pasangan calon, termasuk Gibran, maka Perang dingin antara Jokowi dan Megawati telah dimulai.

Raylis menggambarkan situasi ini sebagai perang dingin, mirip dengan persaingan antara Blok Barat yang dipimpin Amerika dan Blok Timur yang dipimpin Uni Soviet.

“Perang dingin ini adalah persaingan yang mencakup berbagai aspek untuk memengaruhi politik dunia, sebagaimana yang terjadi antara dua kekuatan besar pasca Perang Dunia Kedua, Amerika dan Uni Soviet,” ungkap Raylis, di Jakarta Pusat, Minggu (22/10/2023).

BACA JUGA:   Alhudri Mengundurkan Diri dari Penjabat Bupati Gayo Lues

Raylis menjelaskan bahwa Jokowi saat ini memegang kekuasaan dalam dua periode dan memiliki dukungan dari partai politik serta relawan militan.

Di sisi lain, Megawati merupakan pemimpin partai politik dengan perolehan suara tertinggi pada Pemilu 2014 dan 2019. PDIP juga memiliki pendukung yang kuat dengan ideologi Marhaen yang digagas Soekarno.

“Perang dingin antara Jokowi dan Megawati akan menjadi penentu apakah PDIP akan tetap mendominasi dalam Pemilu 2024 atau malah kehilangan dukungan akibat ketegangan ini,” tambahnya.

Raylis percaya bahwa perang dingin ini mungkin tidak akan memunculkan konflik besar-besaran, tetapi kemenangan akan ditentukan oleh aliansi dukungan partai politik dan non-partai politik, serta faktor-faktor seperti narasi publik dan kekuatan ekonomi.

BACA JUGA:   Kalah di Aceh, Wakil Ketua DPRA Sebut Prabowo Janji Kembalikan Otsus 2%

Terlebih lagi, Raylis menunjukkan bahwa koalisi partai politik dalam Pilpres 2024 masih banyak didominasi oleh pendukung Jokowi yang saat ini berkuasa. Pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar yang didukung oleh Partai Nasdem dan PKB masih merupakan bagian dari koalisi pemerintahan Jokowi hingga 2024.

Selain itu, Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang mengusung Prabowo juga masih dalam koalisi pemerintahan Jokowi. Bahkan, partai pengusung Ganjar Pranowo, PDIP, adalah partai yang mendukung Jokowi.

Terakhir, pendamping Ganjar, Mahfud MD, pernah mendapat restu dari Megawati untuk menjadi pendamping Jokowi dalam Pilpres 2019 meskipun pada akhirnya digantikan oleh Maruf Amin.

“Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari tiga pasangan calon presiden yang menyatakan keluar dari koalisi pemerintahan Jokowi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *