MEULABOH – PUPR Aceh Barat membahas penanganan Jalan Seumantok Kecamatan Pante Ceuremen dalam pembahasan jangka panjang. Rencana Pembiayaan irigasi Lhok Guci dengan Mekanisme Kerja Sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) dibahas di Eva Sky Meulaboh, Senin (11/12/2023).
Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Dr. Kurdi, menjelaskan bahwa dalam Pra Studi kelayakan di Jakarta, pembahasan anggaran bersama KPBU mengindikasikan bahwa pengerjaan irigasi Lhok Guci membutuhkan anggaran sekitar 3 triliun, dengan tambahan Rp 409 miliar untuk penanganan tanggul sungai.
“Nilai investasi ini mengalami perubahan menjadi 3,4 triliun saat Konsultasi Publik di Meulaboh,” ucapnya.
Kurdi menambahkan bahwa posisi KPBU Irigasi Lhok Guci saat ini masih dalam tahap Market Sounding, yang diselenggarakan minggu lalu di Bandung bersama World Bank. Financial closing diperkirakan baru akan terjadi pada kuartal ketiga atau keempat tahun 2024.
Mengenai kondisi di lapangan, Kurdi menyebut bahwa tim PUPR Aceh Barat telah melakukan penanganan tanggul di Semantok dan Manjeng dengan ketinggian 2 meter dan panjang sekitar 1 kilometer sebagai langkah darurat.
“Kami akan terus mendorong bantuan dari pihak balai,” tegas Kurdi.
Sementara itu, penanganan jalur alternatif Blang Pidie telah mencapai kesepakatan bersama PUPR Aceh Barat dan warga setempat. Jalur tersebut telah dibuka, dan proses rehabilitasi akan segera dilakukan setelah ada kesepakatan. Tambahan 50 truk untuk pengerasan lintasan juga telah disetujui.
“Alhamdulillah, jalur alternatif Blang Pidie sudah dibuka dan proses rehab segera kita laksanakan setelah ada kesepakatan yang telah dicapai hari ini,” tutur Kurdi.













