Harga Cengkeh Mahal, Sejumlah Desa di Pulau Simeulue Mulai Panen

cengkeh disimeulue mahal 11zon
Khairawan salah satu masyarakat Desa ujung tinggi yang sedang panen cengkeh. (Foto: Istimewa)

situasi.co.id I SIMEULUE – Cengkeh merupakan salah satu komoditas pertanian andalan di Simeulue. Saat ini harga cengkeh relatif stabil dan tinggi berada di harga Rp 115.000 per kilogram kilogram, Jum’at (17/02/2023).

Komuditas cengkeh yang cukup terkenal di pulau Simeulue pada tahun 70 an, bahkan harganya per kilogram hampir sebanding dengan harga emas, hari ini dikabarkan masyarakat simeulue mulai panen cengke.

Salah satu Desa yang mulai terlihat panen di pulau Simeulue yaitu Desa Ujung Tinggi Kecamatan Simeulue Timur, dimana mulai terlihat dijalanan masyarakat menjemur cengke memenuhi badan jalan.

BACA JUGA:   Polres Aceh Tamiang Gelar Pasar Murah, Harga Tebus Per Paket hanya Rp110 Ribu

Masyarakat Desa Ujung Tinggi, Khairawan saat ditemui Situasi.co.id mengatakan, dengan harga cengke yang mencapai 100 ribu lebih, pihaknya juga sangat berharap harga cengkeh tetap stabil.

“Kita sangat berharap harga cengke di Simeulue tetap stabil diangka Rp 100 ribu per kilogramnya,” ungkap Khairawan yang juga hari ini menjabat sebagai Kepala Dusun Air Dingin.

Ia juga menjelaskan, dengan harga-harga bahan pokok makanan yang terbilang mahal, bahkan harga bahan bangunan pun sudah terlihat mahal, seharusnya harga cengkeh yang ada di Simuelue bisa tembus dengan harga jual per kilogramnya paling tidak diangka Rp 130 per kilogramnya.

BACA JUGA:   Diduga Gunakan Beli Perahu Bermesin, Realisasi Dana BOS Sekolah Pulau Siumat Dipertanyakan

“Mahalnya bahan pokok makanan dan bangunan kita sangat berharap kepada Pemerintah bisa menaikan harga cengke di angka 130 ribu per kilogramnya,” kata khairawan.

Dalam hal itu juga, Khairawan, sangat bersyukur harga cengkeh terbilang sangat tinggi saat ini dibandingkan dengan harga cengkeh tahun lalu dibawah 100 ribu rupiah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *