DPR Apresiasi Kontribusi PHE Dalam Menjaga Ketahanan Energi Nasional

IMG 20230522 WA0039 11zon
Sosialisasi Pertamina Hulu Energi (PHE) di Kabupaten Simeulue, Aula Gedung Dinas Kesehatan. Minggu (21/05/2023) (Foto: Istimewa)

SIMEULUEKomisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengapresiasi peran PT Pertamina Hulu Energi (PHE) yang berkontribusi dalam menjaga ketahanan energi nasional dengan kontribusi sebesar 68 persen produksi minyak nasional dan 34 persen produksi gas nasional pada tahun 2022.

Hal itu disampaikan oleh Anggota Komisi VI DPR RI Rafli Kande, dalam acara sosialisasi denan tema  “Peran Pertamina Hulu Energi Untuk Menjaga Ketahanan Energi Nasional” yang dilaksanakan di Aula Dinas Kesehatan, Kabupaten Simeulue, Aceh, Minggu (21/5/2023).

“Sebagai Sub Holding Upstream, PHE berperan sebagai kontributor utama produksi migas nasional. Pada tahun 2022 PHE berkontribusi sebesar 68 persen produksi minyak nasional dan 34 persen produksi gas nasional,” kata anggota DPR RI Dapil Aceh itu.

Ia memaparkan, berdasarkan data Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), baruan komposisi energi akan berubah perlahan hingga tahun 2050 dimana energi baru terbarukan akan mendominasi kebutuhan energi nasional.

Sejalan dengan hal tersebut, kata Rafli, volume kebutuhan akan energi fosil pun akan terus meningkat sehingga PHE sebagai kontributor utama harus konsisten menjalankan proses bisnis secara berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.

BACA JUGA:   Pj Bupati Simeulue Serahkan SK PPPK Sebayak 644 Formasi Tahun 2022

“Saat ini, negara kita merupakan negara net importir minyak dimana produksi minyak dalam negeri belum bisa memenuhi kebutuhan minyak nasional sehingga diperlukan komitmen pemenuhan target produksi minyak nasional,” ujar Rafli yang juga politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

lebih lanjut, ia mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan energi nasional, PHE menjalankan tiga strategi. Pertama untuk melawan laju penurunan di wilayah kerja eksisting, dimana PHE melakukan pengeboran sumur pengembangan dan perawatan sumur.

Sedangkan strategi kedua, PHE juga melakukan pengeboran sumur eksplorasi untuk mencari potensi cadangan baru untuk menjaga keberlanjutan bisnis. Dan terakhir strategi ketiga, PHE menjalankan akuisisi di wilayah kerja baru dengan bekerjasama melalui partner dan melakukan ekspansi.

“Seluruh strategi yang dijalankan memiliki kebutuhan pendanaan yang tidak sedikit sehingga PHE perlu mendapatkan dukungan dari berbagai aspek, di antaranya pendanaan dan langkah-langkah investasi yang transparan agar kegiatan operasional bisa berjalan lancar untuk menjaga ketahanan energi nasional,” katanya.

BACA JUGA:   Putra Simeulue Dipercaya Pimpin Polsek Teluk Dalam, Ini Profil dan Prestasi Ipda Wardika Saputra

Dikatakannya, dalam rangka mendukung Green Strategy PT Pertamina (Persero), PHE melakukan berbagai macam program dekarbonisasi. Salah satunya melalui pemanfaatan sumber energi gas sebagai energi transisi yang rendah emisi dan ramah lingkungan.

Hal ini sejalan dengan project gas yang telah diresmikan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia pada tahun 2022, yaitu Proyek Strategis Nasional pengembangan lapangan utilisasi Jambaran – Tiung Biru (JTB) di Jawa Timur dan temuan potensi cadangan gas melalui pengeboran sumur eksplorasi di beberapa wilayah Indonesia.

“Dengan tersedianya investasi, baik melalui pasar keuangan maupun partnership, maka PHE dapat berkembang dan menjaga keberlanjutan hulu migas nasional serta diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan migas dalam negeri” demikian Rafli Kande.

Untuk diketahui, acara tersebut turut dihadiri Pj Bupati Simeulue Ahmadlyah, DPRK Simeulue dan tokoh masyarakat setempat. serta dikuti sebanyak 200 orang peserta sosialisasi yang terdiri dari pemuda, mahasiswa, santri dan tokoh perempuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *