Akibat Bakar Sampah Sembarangan, Dua Unit Rumah Ludes Terbakar di Lhokseumawe

bakar-sampah
Petugas pemadam saat memadamkan api yang menghanguskan 2 unit rumah warga di Desa Tumpok Teungoh, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Kamis (13/4/2023) (Foto: Antara)

LHOKSEUMAWE – Akibat bakar sampah sembarang dua unit rumah semi permanen milik warga ludes terbakar di Desa Tumpok Teungoh, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Kamis (13/4/2023).

Kapolres Lhokseumawe AKBP Henki Ismanto melalui Kapolsek Banda Sakti Iptu Faisal mengatakan, kebakaran dua unit itu milik Mulyadi (43) dan Rahmadania (33) warga Desa Tumpok Teungoh.

“Kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Api diduga berasal kelalaian korban saat membakar sampah,” kata Faisal.

Lebih lanjut, Faisal mengatakan, korban Rahmadania membakar sampah di samping rumahnya, lalu pergi lalu pergi meninggalkan sampah, dan kemudian api mulai membesar.

BACA JUGA:   Heboh! Warga Lhokseumawe Temukan Mayat Tanpa Indentitas di Badan Jalan

“Api yang dengan mudahnya membesar akibat cuaca terik menyambar perkarangan rumah milik Mulyadi,” ujarnya.

Lanjut Faisal, saksi yang melihat api membesar berteriak meminta pertolongan kepada warga setempat, kemudian langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran.

“Warga setempat yang mendengar dan melihat kebakaran tersebut membantu memadamkan kobaran api yang menyambar rumah tersebut dengan menggunakan alat seadanya, namun api semakin membesar,” katanya.

Ia mengatakan, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.30 WIB dengan dibantu tiga unit pemadam kebakaran yang turun ke lokasi kejadian untuk memadamkan api tersebut.

BACA JUGA:   Satu Unit Rumah Berkonstruksi Kayu di Aceh Barat Hangus Terbakar

“Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai Rp200 juta,” katanya.

Faisal menghimbau kepada masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan, mengingat saat ini sedang musim kemarau yang sangat beresiko terjadinya kebakaran.

“Mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak membakar sampah sebarang, dimana musim sekarang sedang kemarau dan sangat berisiko terjadinya kebakaran,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *