Banjir Landa Simeulue Usai Hujan Deras, Warga Gotong Royong Bersihkan Jembatan Lala

Screenshot 20260403 223407
Warga Gotong Royong Bersihkan Jembatan Lala Kecamatan Salang. Foto: (ist) Jumat (3/4/2026)

SITIASI.CO.ID | SIMEULUE – Tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur Kabupaten Simeulue, Aceh, pada Jumat malam, mengakibatkan sejumlah wilayah di beberapa kecamatan terendam banjir. Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras mengguyur daerah tersebut dalam durasi cukup lama hingga menyebabkan debit air sungai meningkat drastis. Jumat (3/4/2026)

Akibat banjir tersebut, sejumlah permukiman warga dilaporkan terdampak genangan air dengan ketinggian bervariasi. Kondisi ini memaksa sebagian warga untuk tetap waspada.

Selain merendam rumah warga, banjir juga membawa material berupa sampah dan ranting kayu yang terbawa arus deras. Material tersebut terlihat menumpuk dan tersangkut di bawah Jembatan Lala yang berada di Kecamatan Salang, sehingga menghambat aliran sungai.

BACA JUGA:   Pj Bupati Simeulue Pimpin Upacara Peringatan HUT RI ke-78

Berdasarkan pantauan dari rekaman video warga yang beredar, pasca banjir masyarakat Desa lala Bahagia kecamatan Salang kabupaten Simeulue, Aceh, masyarakat setempat tampak bergotong royong membersihkan tumpukan sampah dan ranting kayu yang menyangkut di badan jembatan. Upaya ini dilakukan secara swadaya untuk memperlancar kembali aliran air serta mengurangi risiko terjadinya banjir susulan.

Aksi gotong royong tersebut mencerminkan solidaritas dan kepedulian masyarakat dalam menghadapi bencana. Warga bahu-membahu menggunakan peralatan seadanya untuk membersihkan material yang menghambat aliran sungai di sekitar jembatan.

BACA JUGA:   Pj Walikota Banda Aceh Imbau Warga Tak Rayakan Malam Tahun Baru 2024

Hingga saat ini, kondisi cuaca di wilayah Simeulue masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan serta segera melaporkan kepada pihak terkait jika terjadi kondisi darurat.

Pihak pemerintah daerah diharapkan dapat segera melakukan langkah penanganan lanjutan, termasuk pembersihan material sisa banjir secara menyeluruh serta memastikan kondisi infrastruktur tetap aman digunakan oleh masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *