Batik Mata-Mata Dan Lobster Simeulue Resmi Dipatenkan, Disbudpar Aceh Beri Apresiasi

batik
Batik Mata Mata Simeulue (Foto: Istimewa)

SIMEULUE – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh memberikan apresiasi kepada Rumah Batik Simeulue yang menjadikan dua motif batik mata-mata dan lobster sebagai motif andalan yang telah resmi dipantenkan.

“Inilah yang kita inginkan bahwasanya setiap daerah memiliki ciri khasnya masing-masing, apalagi batik simeulue sudah mempunyai dua motif yang sudah dipatenkan,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (DisbudparAceh melalui Kepala Bidang Bahasa dan Seni, Nurlaila Hamjah kepada situasi.co.id, Senin (17/4/2023).

Lebih lanju, Nurlaila mengatakan, ia berharap dengan adanya dua motif yang telah dipatenkan itu agar terus dipertahankan dan dikembangkan untuk menciptakan motif baru yang belum ada di daerah-daerah lain.

“Oleh sebab itu, saya berharap kepada pelaku seni khususnya Rumah Batik Simeulue agar dapat mengembakan motif-motif batik baru yang belum pernah dibuat di daerah-daerah lain,” ucapnya.

Ia menambakan, apa lagi Disbudpar Aceh akan menggelar even Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8 pada bulan Agustus mendatang, kami juga berharap kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simeulue agar dapat mendaftarkan Batik Simeulue pada even bergengsi tersebut.

BACA JUGA:   Kesra Setdakab Terima 7 Siswa Prakrin SMKN 1 Simeulue Timur

“Saya harap dengan didaftarkannya Batik Simeulue pada PKA ke-8 nanti, sehingga masyarakat luas tahu bahwasanya Simeulue mempunyai Batik dengan ciri khasnya sendiri,” ungkapanya.

batik
Batik Motif Lobster Simeulue (Foto: Istimewa)

Sementara itu, Sekretaris Rumah Batik Simeulue Agnes Indrilia mengatakan, selain dua motif batik tersebut ada beberapa motif lain yang di produksi oleh rumah batik Simeulue. Seperti motif cengkeh, pucuk pisang, serta beberapa motif lainnya.

“Namun, motif itu belum bisa dipatenkan karena di daerah lain juga ada memiliki motif batik tersebut,” kata Agnes.

Dikatakannya, untuk bahan produksi batik Simeulue, sementara masih dikirim dari Yogyakarta dan Jawa Tengah. Pasalnya, dari kedua daerah itu harga bahannya masih relatif murah.

BACA JUGA:   Mengenal Alat Musik Tradisional Aceh Rapai Yang Eksis Hingga Sekarang

“Untuk bahan baku dipasok dari luar daerah. Sebab, semua bahan untuk pembuatan batik, seperti cat, lilin, serta beberapa bahan lain di daerah Simeulue belum tersedia,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang pekerja Rumah Batik Simeulue Herman menyebutkan, untuk harga batik khas Simeulue per helai baju dijual seharga mulai dari Rp200 ribu hingga 600 ribu rupiah tergantung motif, warna, serta bahannya yang di beli.

“Untuk pemesanan dua tiga helai baju bisa siap dalam dua hari. Tapi, kalau untuk jumlah banyak itu butuh waktu tergantung banyaknya akan dipesan,” kata Herman.

Lanjut Herman, saat ini Rumah Batik Simeulue hanya memproduksi batik cetak, sementara untuk batik ukir manual masih belum tersedia.

“Untuk saat ini rumah batik Simeulue hanya bisa memproduksi batik cetak saja, kalau batik ukur belum ada,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *