JAKARTA – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) memulai kerja besar integrasi manajemen ASN untuk menyambut budaya kerja baru di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang bakal sepenuhnya berbasis digital. Platform terintegrasi bernama Smart ASN diperkenalkan pada dan diujicoba pada 79 kementerian/lembaga, Rabu (25/10/2023).
Menteri PANRB, Abdullah Azwar Anas menyebut, digitalisasi manajemen ASN menjadi salah satu bagian dari transformasi yang diatur di UU ASN terbaru yang bakal segera diundangkan.
“Penerapan platform digital dalam manajemen ASN akan mendukung sistem kerja yang lincah dan kolaboratif menuju birokrasi berkelas dunia,” kata Anas saat memberikan sambutan pada Soft Launching Platform Digital Smart ASN di Jakarta, Rabu 25 Oktober 2023.
Kemudian, tambah Anas, digitalisasi juga merupakan bagian tak terpisahkan dari pola kerja baru (new way of working) bagi ASN. Tentunya ini mendukung konsep/prinsip kota cerdas (smart city) di Ibu Kota Negara Nusantara pada 2024.
“Ibu kota negara akan berpindah pada 2024 dari Jakarta ke Nusantara. Seperti sering kali disampaikan Presiden Jokowi, ini bukan perpindahan fisik semata, tapi juga perpindahan paradigma dan budaya kerja, termasuk dari sisi digitalisasinya. Dan hari ini kita siapkan, kita mulai,” tambahnya.
Oleh sebab itu, sistem digital manajemen ASN, mengintegrasikan segala aktivitas dan kinerja ASN.
“Belajar meningkatkan kompetensi, berkolaborasi, dan ujungnya adalah berkinerja optimal. Itulah yang melandasi digitalisasi manajemen ASN,” pungkasnya.













