SITUASI.CO.ID | SIMEULUE – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Simeulue menindaklanjuti informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan seorang warga diterkam buaya namun hanya kaki bagian jari yang terkena gigitan buaya, di wilayah Kecamatan Simeulue Timur. Senin (23/3/2026)
Informasi tersebut menyebutkan bahwa seorang warga bernama Jainun, yang berdomisili di Desa Suka Maju, diduga menjadi korban serangan buaya di kawasan Jalan PDKS, tepatnya di sekitar lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) lama menuju area perkebunan warga Desa Suak Buluh.
Peristiwa itu disebut terjadi pada Jumat, 19 Maret 2026, sekitar pukul 18.30 WIB atau menjelang waktu magrib.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Simeulue, Supriman Juliansyah, S.Pi., M.M., menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Camat Simeulue Timur, Kepala Desa Suak Buluh selaku wilayah lokasi kejadian, serta keluarga korban. Berdasarkan hasil koordinasi awal, informasi tersebut masih bersifat dugaan.
“Menindaklanjuti laporan yang beredar, kami telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian bersama unsur terkait,” ujar Supriman dalam keterangan resminya, Senin (23/3/2026).
Ia menjelaskan, pengecekan lapangan dilakukan oleh perwakilan DKP yang dipimpin oleh Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Haswan Rusman, S.H., bersama Kepala Desa Suak Buluh, Babinsa, Bhabinkamtibmas, korban, serta tokoh masyarakat setempat.
Dari hasil pemeriksaan di lokasi, tim tidak menemukan tanda-tanda atau jejak yang mengarah pada keberadaan reptil buaya maupun indikasi serangan terhadap warga sebagaimana yang diinformasikan.
“Meskipun demikian, kami tetap mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati saat beraktivitas di sekitar lokasi, mengingat informasi yang beredar masih dalam tahap dugaan,” tambahnya.
DKP Simeulue menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi dan menunggu arahan lebih lanjut dari Pemerintah Kabupaten Simeulue.













