Gelar Rakon PKK Pokja 1 se-Aceh, Ini Kata Ayu Marzuki

rakon_pkk_pokja_1
Penjabat Ketua TP-PKK Aceh, Ny. Ayu Candra Febiola Nazuar saat menyampaikan materi pada Rakon PKK Pokja I se-Aceh, Selasa 30/05/2023 di Hotel Kuala Radja, Banda Aceh. (Foto: Istimewa)

BANDA ACEH – Penjabat Ketua Tim Penggerak PKK Aceh Ayu Candra Febiola Nazuar, meminta segenap Pokja I PKK di seluruh jenjang untuk gencar melakukan sosialisasi pada program kegiatan Pola Asuh Anak Remaja di Era Digital (PAAREDI).

Ayu mengatakan, Isu kekerasan seksual terhadap anak, pernikahan usia anak serta penyalahgunaan narkoba sangat memperhatinkan di Aceh.

“Diharapkan Ketua Pokja I TP PKK Kabupaten/Kota, hingga Kecamatan dan Gampong selaku motor penggerak di wilayahnya yang dibantu oleh para Ketua Pokja, untuk segera melakukan sosialisasi pada program PAAREDI yang selama kita ketahui isu-isu permasalahan di Aceh terkait kekerasan seksual terhadap anak, pernikahan usia anak, penyalahgunaan narkoba, dan isu lainnya,” kata Ayu dalam Rapat Konsultasi (Rakon) Pokja 1 se- Aceh, di Hotel Kuala Radja Banda Aceh, Selasa (30/05/2023).

BACA JUGA:   Peringati HPSN Tahun 2023, DLH Kabupaten Simeulue Gelar Aksi Peduli Sampah

Ayu menjelaskan, hal itu menjadi tugas utama Pokja I, terutama tugas yang membidangi Pembinaan Karakter Keluarga

Disamping itu, tidak luput juga meningkatkan kegiatan utama PKK lainnya yang mencakup pelaksanaan 10 program pokok PKK, yang dimulai dari Gotong Royong Kerja Bakti, Kebersihan Lingkungan dan kegiatan gampong yang sudah menjadi adat kebiasaan di lingkungannya masing-masing.

Ayu menyebutkan, ada 7 program prioritas yang harus segera ditindak lanjuti oleh masing-masing bidang di Pokja I diantaranya, Pola Asuh Anak Dan Remaja Di Era Digital, (PAAREDI) Keluarga Indonesia Sejahtera Dan Harmonis (KISAH), Keluarga Indonesia Lindungi Anak Dari Kekerasan Seksual (KILAS) dan Keluarga Indonesia Sehat Tanpa Narkoba (KRISAN).

Kemudian, Keluarga Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (KISAK), Kesadaran Bela Negara (PKBN) serta Keluarga Indonesia Anti Trafficking (KIAT).

BACA JUGA:   Menpan-RB: Seleksi CPNS 2023 Dipastikan Berjalan Adil dan Tidak Ada Titip-Titipan

“Masih ada beberapa hal yang perlu ditindak lanjuti, seperti Penguatan nila Agama dan moral di masyarakat menjadi pedoman dasar terwujud Sebuah keluarga yang sakinah dan berakhlakul karimah,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Ayu juga menyinggung masalah kebersihan lingkungan yang harus diprioritaskan. Karena, kebersihan juga merupakan hal yang paling utama dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan.

“Oleh karena itu penanganan dan pengolahan sampah, jambanisasi, saluran air bersih, spal harus juga terus diperhatikan,” pungkas wanita yang sering disapa Ayu Marzuki itu.

Terkait hal itu, Ayu berharap, dalam momentum Rakon tersebut dapat memberikan dampak positif dalam segala bidang dan juga dapat melahirkan generasi yang handal dalam membangun bangsa dan negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *