SITUASI.CO.ID | SIMEULUE — Anggota Komisi XIII DPR RI, H. Muslim Ayub, memberikan dukungan terhadap penyusunan standardisasi kurikulum pembelajaran Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan pesantren bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Sinabang, Kabupaten Simeulue, Aceh.
Program yang diinisiasi oleh Kepala Lapas (Kalapas) Sinabang, Nazaryadi, S.K.M., S.H., M.H., tersebut merupakan bagian dari implementasi Aksi Perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan VI. Langkah ini bertujuan mengoptimalkan pembinaan kepribadian warga binaan, khususnya dalam bidang pendidikan keagamaan.
Dukungan Muslim Ayub terhadap program tersebut menjadi motivasi bagi jajaran Lapas Sinabang untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan keagamaan yang lebih terarah, sistematis, dan berkelanjutan.
Kalapas Sinabang, Nazaryadi, menegaskan bahwa penyusunan kurikulum terstandar merupakan upaya untuk memastikan kegiatan pembinaan keagamaan tidak hanya sebatas pelaksanaan ibadah rutin, tetapi juga mencakup proses pembelajaran yang terstruktur.
“Melalui standardisasi kurikulum pembelajaran TPQ dan pesantren ini, kami berharap warga binaan mendapatkan pendidikan agama yang lebih terarah dan berkesinambungan. Dengan demikian, pembinaan ini dapat membentuk karakter, memperkuat mental spiritual, serta menumbuhkan akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Menurutnya, pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam membantu warga binaan memperbaiki diri selama menjalani masa pidana sekaligus mempersiapkan mereka untuk kembali ke tengah masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, Lapas Kelas III Sinabang berencana menerapkan kurikulum tersebut secara konsisten dalam jadwal pembinaan harian. Pelaksanaannya juga akan disertai evaluasi berkala untuk memantau perkembangan pembelajaran dan memastikan materi yang diberikan sesuai dengan tujuan pembinaan.
Selain itu, pihak Lapas akan memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan di bidang keagamaan serta mitra terkait guna mendukung kualitas tenaga pengajar, materi pembelajaran, dan keberlanjutan program.
Melalui program ini, Lapas Kelas III Sinabang berharap pembinaan keagamaan dapat memberikan manfaat nyata bagi warga binaan, sehingga mereka memiliki bekal spiritual dan moral yang lebih kuat serta mampu menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat.
Catatan redaksi: Kutipan langsung di atas disusun berdasarkan pokok informasi dalam naskah yang diberikan. Sebelum dipublikasikan sebagai pernyataan narasumber, pastikan redaksi kutipan tersebut telah dikonfirmasi kepada Kalapas Sinabang. Dukungan Muslim Ayub juga sebaiknya dilengkapi dengan kutipan langsung atau keterangan resmi apabila tersedia.













