BANDA ACEH – Produk sentra kerajinan bordir di Aceh kini telah mampu menembus pasar ekspor luar negeri. Sentra kerajinan ini dijalankan sebanyak 150 orang yang mayoritasnya ibu-ibu rumah tangga.
Bordir Aceh kini menjadi salah satu tombak dalam membantu perekonomian masyarakat setempat.

Salah seorang pemilik Karya Indah Bordir, Ellia Sari mengatakan, kerajinan bordir yang diproduksi kelompoknya yang beralamat di Gampong Dayah Daboh, Kecamatan, Montasik, kabupaten Aceh Besar, itu sudah merambah ke pasar internasional diantaranya Malaysia hingga Amerika Serikat.
“Keunikan produk tas Aceh pada proses pembuatannya yang dijahit manual. Kami terus menekankan kepada pengrajin agar menjaga kualitas agar terus diterima konsumen dan produk kami dapat terus bersaing,” kata Ellina, kepada situasi.co.id, Rabu (19/4/2023).
Menurutnya, produk Industri Kecil Menengah (IKM) tas Aceh membutuhkan mesin finishing, tas, kemudahan akses bahan baku dan penambahan tenaga kerja.
“Kapasitas produksi yang di hasilkan Karya Indah Bordir sebanyak 1.000-2.000 buah per bulan dari berbagai produk, yang terdiri dari tas bordir Aceh, sarung bantal, dompet dan sajadah serta mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 35 orang,” pungkasnya.













