11.325 UMKM Terima Penyaluran Pembiayaan Dari Bank Aceh Syariah

pj
Penjabat Gubernur Aceh Achmad Marzuki, didampingi Ka.Disperindag Aceh, Mohd Tanwir dan Direktur PT Bank Aceh Syariah, Muhammad Syah, saat meninjau Pasar Al Mahirah, di Gampong. Lamdingin, Banda Aceh, Selasa (11/7/2023) (Foto: Humas Pemerintah Aceh)

BANDA ACEH – Sebanyak 11.325 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) diberbagai kabupaten/kota di Aceh menerima penyaluran pembiayaan dari PT Bank Aceh Syariah (BAS) hingga tahun 2023.

“Pembiayaan UMKM Bank Aceh saat ini telah menyentuh 11.325 penerima yang tersebar di seluruh Aceh,” kata Direktur Utama Bank Aceh, Muhammad Syah di Banda Aceh, Rabu (12/07/2023).

Menurut Muhammad Syah, jumlah penyaluran tersebut tumbuh signifikan  sebesar 37 persen dibandingkan pada periode Desember 2022, yakni sebanyak 8.259 nasabah.

Kemudian, lanjut Muhammad Syah, dari jumlah itu juga tercatat sebanyak 3.351 merupakan pelaku UMKM yang telah menerima pembiayaan KUR (Kredit usaha rakyat) syariah. Sehingga total realisasi pembiayaan KUR Bank Aceh per 10 Juli 2023 tercatat mencapai Rp361 miliar.

BACA JUGA:   Sekda Ajak Semua Pihak Dukung Kepemimpinan Kajati Aceh

“Jumlah tersebut merupakan realisasi alokasi KUR yang diberikan Bank Aceh senilai Rp 510,6 miliar untuk tahun 2023,” ujarnya.

Ia menjelaskan, alokasi senilai Rp510,6 miliar itu merupakan tahap pertama. Dimana pihaknya juga akan segera membuat pengajuan untuk penyaluran tahap kedua kepada Kemenko Perekonomian RI setelah KUR yang pertama ini sudah selesai.

“Pencapaian ini merupakan dukungan seluruh pihak, terutama Pj Gubernur Aceh yang komit dalam mendukung UMKM di Aceh,” katanya.

BACA JUGA:   Pilkada Banda Aceh Bakal Diikuti Satu Paslon Jalur Independen

Dalam hal ini, ia juga mengapresiasi keinginan Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki dakam mendorong aktivitas UMKM melalui skema pembiayaan.

“Hal tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan akselerasi aktivitas perekonomian, sekaligus dalam rangka mencegah masyarakat dari jeratan pinjaman online,” imbuhnya.

Dengan begitu, kata Muhammad Syah, dalam rangka untuk optimalisasi realisasi, pihaknya juga akan terus melakukan sejumlah upaya strategi dalam meningkatkan akselerasi pembiayaan.

“Seperti melalui pembukaan beberapa gerai UMKM di sejumlah wilayah, pelatihan berbasis potensi ekonomi daerah, kerjasama dengan berbagai lembaga, serta upaya ekspansi ke pelaku usaha yang saat ini belum terjamah perbankan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *