KESEHATAN jiwa atau sebutan lainnya kesehatan mental adalah kesehatan yang berkaitan dengan kondisi emosi, kejiwaan, dan psikis seseorang.
Perlu kamu ketahui bahwa peristiwa dalam hidup yang berdampak besar pada kepribadian dan perilaku seseorang bisa berpengaruh pada kesehatan mentalnya.
Misalnya, pelecehan saat usia dini, stres berat dalam jangka waktu lama tanpa adanya penanganan, dan mengalami kekerasan dalam rumah tangga.
Berbagai kondisi tersebut bisa membuat kondisi kejiwaan seseorang terganggu, sehingga muncul gejala gangguan kesehatan jiwa.
Akan tetapi, masalah kesehatan mental bisa mengubah cara seseorang dalam mengatasi stres, berhubungan dengan orang lain, membuat pilihan, dan memicu hasrat untuk menyakiti diri sendiri.
Beberapa jenis gangguan mental yang umum terjadi antara lain Depresi, Gangguan Bipolar, Kecemasan, Gangguan Stres Pasca Trauma (PTSD), Gangguan Obsesif Kompulsif (OCD), Dan Psikosis.
Selain itu, ada beberapa penyakit mental hanya terjadi pada jenis pengidap tertentu, seperti postpartum depression hanya menyerang ibu setelah melahirkan.
Dokter ahli jiwa atau psikiater akan mengawali diagnosis gangguan kesehatan mental dengan wawancara medis dan psikiatri.
Mulanya, dokter akan bertanya mengenai riwayat gejala pada pengidap dan penyakit pada keluarga.
Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengeliminasi kemungkinan adanya penyakit lain.
Jika memang perlu, dokter akan meminta pengidap untuk melakukan tindakan pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan fungsi tiroid, skrining alkohol dan obat-obatan, serta CT scan untuk mengetahui adanya kelainan pada otak.
Sementara itu, jika tidak menemukan adanya potensi kondisi medis lain, dokter akan meresepkan obat dan terapi yang sesuai.
Kadang, mengikuti tes sederhana seperti depression test yang ada di Halodoc juga bisa membantu mengenali kondisi kesehaatan mental.
Ada beberapa cara penanganan gangguan kesehatan mental yang bisa menjadi pilihan sesuai dengan kondisi yang terjadi pada pengidap, yaitu:
Psikoterapi, Obat, Perawatan intensif di rumah sakit, Supporting group, Stimulasi pada otak, Rehabilitasi dan Perawatan mandiri.













