BANDA ACEH – Firli Bahuri, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), berharap Aceh bebas dari korupsi. Oleh sebab itu, Firli meminta semua elemen untuk menanamkan budaya anti korupsi di Tanah Serambi Mekkah.
“Saya hadir di Aceh untuk memulai pergerakan anti-korupsi,” ujar Firli saat membuka road show bus KPK dan rangkaian Hari Anti Korupsi Sedunia di Bale Meuseraya Aceh, Kamis (09/11/2023).
Firli menekankan bahwa korupsi merampas hak rakyat dan dapat menghambat pencapaian tujuan negara.
Menurutnya, tindak korupsi juga dianggap sebagai pengkhianatan terhadap ajaran agama dan sila-sila Pancasila. Oleh karena itu, Firli menegaskan pentingnya pendidikan untuk menanamkan budaya anti-korupsi.
“Perjuangan kita lebih sulit karena harus melawan kemiskinan, kebodohan, pengangguran, ketidakadilan, dan keterbelakangan,” tambahnya.
Sementara itu, Sekda Aceh, Bustami, menyatakan kegiatan ini bertujuan memperkuat komitmen dalam membangun budaya anti-korupsi. Menurutnya bahwa berita korupsi sering menggelapkan harapan, membuat negara sulit menciptakan kemakmuran.
“Seolah negeri ini telah begitu kelam dan seperti kita berada dalam lorong gelap kehidupan, sehingga membuat negara seolah hilang kesempatan untuk menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan bagi rakyatnya,” kata Bustami.
Menurut Bustami, Indonesia seolah seperti bangsa yang rapuh dan jauh dari semangat yang telah digelorakan oleh para pejuang dan pahlawan kemerdekaan sebagaimana sepenggal lagu kebangsaan ”bangunlah jiwanya, bangunlah badan nya untuk Indonesia raya”.
Pembukaan road show bus KPK dan road to Hari Anti Korupsi Sedunia turut dihadiri anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, Kepala Inspektorat Aceh, Jamaluddin, bupati dari 23 kabupaten atau kota se-Aceh, Gubernur Jambi, Gubernur Riau dan para tamu undangan lainnya. Bahkan ribuan masyarakat ikut memadati Gedung Bale Meuseraya Aceh.













