Pelatih Persikota Sebut Tim Harus Berjiwa Besar Terima Kekalahan

20241007 whatsapp image 2024 10 06 at 16 39 49
Pamain Persiraja, Deri Corfe, berduel udara dengan pemain Persikota. Foto: MO Persiraja.

BANDA ACEH – Pelatih Persikota Tangerang, Delfiadri, enggan menanggapi terkait protes yang dilakukan tim lawan, Persiraja Banda Aceh, terhadap kepemimpinan wasit. Ia mengatakan setiap tim harus berjiwa besar dan menerima hasil pertandingan.

“Tentu orang yang di posisi kalah tentu tidak menerima dengan kekalahannya. Harusnya berjiwa besar,” kata Delfiadri, dalam konferensi pers usai laga Persikota menghadapi Persiraja di Tangerang, Banten Ahad, 6 Oktober 2024.

Dia menyampaikan anak asuhnya layak menang saat menjamu Laskar Rencong. Sebab menurut dia, Akbar Zakaria dan kawan-kawan bermain lebih baik dan memiliki banyak peluang.

BACA JUGA:   Cuaca Buruk, Pertandingan Cabor Paralayang Ditunda

“Kita memang layak menang,” ujar pelatih yang pernah memimpin Semen Padang FC tersebut.

Kemenangan atas Persiraja bagi Delfiadri dan anak asuhnya, merupakan modal besar sekaligus menjadi batu loncatan untuk pertandingan berikutnya menghadapi Dejan FC pada Ahad, 13 Oktober 2024.

Oleh karena itu, ia akan melakukan evaluasi untuk meningkatkan gaya permainan Paulo Henrique dan kawan-kawan. Terutama dalam melakukan penyelesaian akhir ketika mendapatkan peluang untuk mencetak gol.

“Sehingga kedepannya, begitu dapat cans akan menjadi gol,” kata Pelatih Persikota.

BACA JUGA:   Persiraja Genjot Fisik Pemain Jelang Babak 12 Besar Liga 2 Indonesia

Untuk diketahui, laga antara Persikota melawan Persiraja dimenangkan oleh tim tuan rumah dengan skor 1-0. Pertandingan lanjutan Grup 1 Liga 2 Musim 2024–2025 tersebut digelar di Stadion Benteng Reborn, Tangerang, Ahad sore.

Di laga tersebut, Laskar Rencong sempat mengajukan protes atas kepemimpinan wasit yang diduga kontroversi. Salah satunya ketika menganulir gol Miftahul Hamdi yang dinyatakan offside oleh hakim garis.

Sementara itu, gol kemenangan Bayi Ajaib atas Persiraja diciptakan Sirvi Arvani di menit ke-89. Gol itu menjadi satu-satunya yang tercipta di laga tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *