BANDA ACEH – Menteri Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM), Teten Masduki, meresmikan penggunaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) sebagai program Solar untuk koperasi (Solusi) nelayan di Teupin Gaki Tuan, Gampong Mon Ikeun, Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar.
“Kami berharap kehadiran SPBUN ini dapat membantu memudahkan masyarakat untuk memperoleh bahan bakar bersubsidi dengan harga terjangkau sesuai yang telah ditetapkan oleh Pemerintah yakni solar Rp6.800 per liter,” kata Teten Masduki, saat meresmikan SPBUN di Teupin Gaki Tuan, Gampong Mon Ikeun, Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar, Minggu (14/5/2023).
Teten menjelaskan, Solusi merupakan program kerja sama antara Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan PT Pertamina. Dalam memenuhi ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) maupun produk lainnya yang dibutuhkan oleh anggota nelayan koperasi.
Menurutnya, sebagian besar biaya pengeluaran para nelayan merupakan bahan bakar, dimana mereka membeli dengan harga tinggi sehingga akan berdampak terhadap pendapatan yang akan mereka dapatkan.
“Dengan adanya SPBUN ini diharapkan agar kesejahteraan nelayan akan meningkat, seiring dengan biaya yang dikeluarkan berkurang menyusul biaya BBM yang dibeli dengan harga di SPBU,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan, semua fasilitas yang dikelola oleh koperasi nelayan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dan dijaga serta di maksimalkan dalam mendukung kesejahteraan para nelayan sebagai penerima manfaat bahan bakar bersubsidi.
Sementara itu, Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki mengatakan, pihaknya sangat mendukung dengan adanya kehadiran SPBUN Solusi ini, pasalnya dapat memudahkan para nelayan dalam mendapatkan harga minyak yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
“Kita berharap fasilitas yang ada saat ini nantinya dapat dikembangkan lagi, khususnya di kawasan pesisir sehingga seluruh masyarakat Aceh yang bekerja sebagai nelayan dapat memperoleh bahan bakar minyak dengan mudah dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah,” kata Marzuki.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Freddy Anwar mengatakan, SPBUN Solusi yang diresmikan Menkop dan UKM tersebut merupakan yang pertama di Indonesia dari total seluruh Indonesia sebanyak tujuh unit.
“Alhamdulillah Aceh mendapat kesempatan pertama untuk pengoperasian SPBUN yang dikelola koperasi nelayan. Program ini merupakan bagian dari mendekatkan BBM kepada para nelayan yang selama ini harus ke SBPU dengan menempuh jarak yang jauh dan akan mengeluarkan biaya tambahan,” kata Freddy.
Freddy menambahkan, SPBUN Solusi ini satu-satunya di Aceh, yang berada di Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar, dengan memiliki daya tampung tangki sebanyak 3.000 liter dan jatah yang diberikan setiap bulannya sebanyak 100 ribu liter.
“Kita akan melihat perkembangan untuk tahap selanjutnya dan akan kita lakukan penambahan jika dibutuhkan sesuai kebutuhan, sebab kehadiran SPBUN Solusi ini merupakan bagian untuk meningkatkan kesejahteraan para nelayan,” ujarnya.
Pihaknya juga siap bekerja sama dengan semua instansi terkait dan Lembaga nelayan khususnya dalam pengembangan SPBUN untuk mendekatkan dan memudahkan para nelayan dalam memperoleh harga bahan bakar dengan harga yang murah dan terjamin.
“Kami siapa bekerja sama kepada semua pihak instansi terkait, dalam memudahkan nelayan untuk mendapatkan BBM dengan harga murah dan terjamin,” pungkasnya.
Perlu diketahui, peresmian SPBUN Solusi itu, turut dihadiri oleh Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki dan Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Freddy Anwar dan sekaligus menghadiri Mukernas IV Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI).













