Kembangkan Inovasi Baru Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Simeulue Sosialisasi Bioseka

Screenshot 2023 0722 102901 11zon
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Samsuar S.P saat menerangkan kepada masyarakat tentang manfaat bioseka di Desa Kuala Makmur. (Foto : Agus Muliadi)

SIMEULUE – Kembangkan inovasi baru Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Simeulue, lakukan sosialisasi Biosaka di Kecamatan Simeulue Timur, Kuala Makmur. Jum’at (21/07/2023)

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Samsuar S.P dalam arahannya menyampaikan, bahwa pertanian merupakan hajat hidup orang banyak maka untuk memaksimalkan itu mari terapkan segala inovasi.

“Perlu adanya inovasi yang baru untuk kita maksimalkan hasil pertanian di Kabupaten Simeulue,” Kata Samsuar

Kemudian, untuk diketahui program yang sedang dirintis oleh Distanpan, merupakan kegiatan yang digalakkan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian RI.

Salah satu yang sedang dikembangkan oleh Distanpan Simeulue produk Bioseka yang merupakan produk non paten dan non pupuk yang diramu sendiri oleh petani.

Lebih lanjut, produk biosaka merupakan elisitor, artinya suatu produk yang berfungsi sebagai signaling bagi tanaman untuk tumbuh dan berproduksi lebih bagus.

Kemudian, cara meramu bioseka, remas bahan dalam air sesuai takaran di bawah ini: 5% bahan dan 95% air atau sekitar 2,5 ons bahan rumput/daun dalam 5 liter air, selanjutnya lakukan peremasan secara teratur.

BACA JUGA:   Kadiskop UKM Aceh Ajak Semua Instansi Pemerintah Gunakan Produk Lokal

Selanjutnya, saring ramuan biosaka menggunakan alat saringan dan dimasukkan ke dalam botol/jerigen melalui corong dan tutup rapat

Adapun Kelebihan Biosaka Ada 13 kelebihan dari ramuan Biosaka yaitu:

1.Efektifitas kinerja yang baik. Reaksi biosaka dapat dilihat dalam waktu 24 jam setelah aplikasi

2.Dapat digunakan pada seluruh fase tanaman, mulai dari benih sampai panen

3.Proses produksinya pun sangat cepat karena tidak menggunakan metode fermentasi yang biasanya memakan waktu paling cepat 1 minggu

4.Cara penggunaannya mudah dan penggunaan dosis yang sangat sedikit, cukup 40 ml dicampur 15 liter air untuk satu kali penyemprotan untuk B. Mluasan 1.000 m2, atau 400 ml untuk 1 ha tanaman padi. “Penyemprotan dari mulai tanam sampai panen dilakukan sekitar 7 kali aplikasi

BACA JUGA:   OJK Minta Perbankan Blokir Rekening Yang Terlibat Judi Online

5.Dapat diterapkan pada semua komoditas, termasuk tanaman perkebunan

6.Dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia hingga 50-90 persen, sehingga jauh menghemat biaya produksi

7.Bahan baku Biosaka juga tersedia setiap saat di lingkungan petani, dimana dan kapanpun

8.Biaya nol rupiah/gratis petani bisa membuat sendiri

9.Tidak ada risiko kerugian bagi petani dan tanaman

10.Tidak beracun

11.Meminimalisir serangan hama penyakit

12.Lahan menjadi subur

13.Umur panen lebih pendek, produktivitas dan produksi lebih bagus. terlepas dari segala kelebihannya Biosaka pun mempunyai kekurangan yaitu tidak dapat diproduksi dengan mesin dan bahan baku yang terus berganti pada saat pembuatan

“Maka melalui kesempatan ini,kami mengajak pada seluruh petani di Kabupaten Simeulue untuk melakukan pembuatan Biosaka melalui pendampingan penyuluh dilapangan,” pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *