Anggota Komisi I DPRA Desak Pemprov Aceh Segera Tangani Jembatan Lala di Simeulue

Screenshot 20260226 194820
Iskandar mendesak Pemerintah Provinsi Aceh untuk segera menuntaskan penanganan Jembatan Lala. Foto: (Lst) Situasi.co.id

SITUASI| SIMEULUE – Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Iskandar, mendesak Pemerintah Provinsi Aceh untuk segera menuntaskan penanganan Jembatan Lala di Kecamatan Salang, Kabupaten Simeulue. Desakan tersebut disampaikan saat ia meninjau langsung kondisi jembatan pada Selasa (24/2/2026).

Dalam kunjungan itu, Iskandar didampingi Kepala Dinas PUPR Simeulue Zulfata, anggota DPRK setempat, dan Camat Salang. Dari hasil peninjauan, jembatan dilaporkan mengalami kemiringan signifikan yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan warga yang melintas.

“Ini bukan persoalan biasa. Kondisinya mengkhawatirkan dan dapat membahayakan keselamatan masyarakat. Jembatan ini harus segera ditangani,” kata Iskandar di lokasi.

BACA JUGA:   BMKG Rilis Perkiraan Cuaca di Aceh, Berikut Informasinya

Jembatan Lala merupakan akses transportasi penghubung antar-kecamatan di wilayah tersebut. Selain digunakan masyarakat umum, jembatan ini juga menjadi jalur yang dilalui pelajar serta akses rujukan warga dari puskesmas menuju rumah sakit.

Iskandar menyatakan telah menyampaikan persoalan tersebut kepada pimpinan DPRA. Ia mengaku sebelumnya telah bertemu dengan pimpinan dewan yang diwakili Wakil Ketua DPRA, Ali Basrah, untuk membahas alokasi anggaran pembangunan jembatan.

Menurut Iskandar, dalam pertemuan itu disampaikan bahwa anggaran penanganan Jembatan Lala direncanakan akan dimasukkan dalam skema Dana Transfer Daerah pada Maret mendatang.

BACA JUGA:   Lantik Kajari Pangkep, Ini Pesan Kajati Sulawesi Selatan

Sebagai tindak lanjut, Iskandar juga berencana menemui Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, guna menyampaikan urgensi percepatan pembangunan jembatan tersebut.

“Ini menyangkut keselamatan masyarakat. Setelah masa reses, saya akan berkoordinasi dengan gubernur agar persoalan ini mendapat perhatian serius dan dapat direalisasikan pada 2026,” ujarnya.

Sementara itu, seorang warga Salang, Sukari, berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar aktivitas masyarakat tidak terganggu.

“Kalau jembatan ini terganggu, aktivitas kami juga terdampak,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak Pemerintah Provinsi Aceh terkait jadwal pasti penanganan Jembatan Lala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *