Banjir Hanyutkan Jembatan Kayu di Suak Lamatan, Akses Warga Terputus

Screenshot 20260404 183353
Jembatan Penghubung Desa di Suak Lamatan Hanyut Diterjang Banjir, Pemkab Simeulue Bergerak Cepat. Foto: (Ist) Sabtu (4/4/2026)

SITUASI.CO.OD | SIMEULUE – Jembatan kayu di Desa Suak Lamatan, Kecamatan Teupah Selatan, Kabupaten Simeulue, dilaporkan hanyut diseret banjir pada Peristiwa ini menyebabkan terputusnya akses vital masyarakat dari Desa Nancawa menuju Kota Sinabang.Sabtu (4/4/2026)

Putusnya jembatan tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas warga, terutama mobilitas harian serta distribusi kebutuhan pokok yang selama ini bergantung pada jalur tersebut.

Menanggapi kejadian itu, Pemerintah Kabupaten Simeulue bergerak cepat dengan menggelar rapat koordinasi lintas instansi pada hari yang sama.

Rapat tersebut melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Sosial, Bagian Pembangunan, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama instansi terkait lainnya.

BACA JUGA:   Resmikan Rumah Warga Yang Dibedah Polres Simeulue, Ini Kata Pj Bupati

Kepala Bidang PUPR Simeulue, Irwan Fuadi, mengatakan pihaknya segera menindaklanjuti kejadian tersebut melalui koordinasi intensif dengan BPBD.

“Kami akan segera menindaklanjuti. Saat ini sedang dikoordinasikan bersama BPBD,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Simeulue, Samsuar, menegaskan bahwa langkah penanganan darurat tengah disiapkan agar akses masyarakat dapat kembali normal dalam waktu dekat.

“Saat ini sudah kami koordinasikan dengan BPBD untuk penanganan darurat, agar jalur tersebut bisa segera dilalui kembali,” katanya.

Di sisi lain, Kepala Pelaksana BPBD Simeulue, Riduan, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil rapat Tim Kajian Cepat Bencana, penanganan jembatan akan dilaksanakan oleh Dinas PUPR menggunakan dana pemeliharaan jalan.

BACA JUGA:   Pj Bupati Simeulue Lantik 9 Pejabat Tinggi Pratama

Selain itu, pemerintah daerah juga akan menerbitkan Surat Pernyataan Status Bencana oleh Bupati Simeulue yang berlaku selama tujuh hari guna mempercepat proses penanganan darurat.

“Saat ini kami masih menunggu balasan surat terkait penetapan status bencana tersebut sebagai dasar pelaksanaan langkah lanjutan di lapangan,” jelasnya.

Pemerintah daerah berharap, melalui koordinasi lintas instansi ini, penanganan darurat dapat segera dilakukan sehingga akses masyarakat kembali pulih dan aktivitas warga tidak terganggu dalam waktu lama. (RK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *