Tekno  

BSSN Prediksi Ancaman Siber Tahun 2023 Kembali Terjadi

SIBER
Logo Badan Siber dan Sandi Negara. (Foto: Wikipedia)

JAKARTA – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) paparkan prediksi ancaman siber yang mungkin terjadi pada tahun 2023 dalam Laporan Tahunan (Annual Report) BSSN Tahun 2022 di Jakarta, Senin (20/02/2023).

Menurut BSSN, berbagai macam serangan siber masih membayangi ruang Digital di Indonesia pada tahun 2023.

Lebih lanjut, BSSN memprediksi sejumlah serangan modus lain juga akan terjadi, seperti Ransomware, serangan APT, Cryptojacking, DDoS, serangan Remote Desktop Protocol (RDP), Web Defacement, kejahatan Siber AI dan IOT, serta rekayasa Sosial.

BACA JUGA:   JAM-Intelijen: Jaga Netralitas Desa untuk Sukseskan Pemilu Damai

Selain itu, serangan siber dengan metode phishing juga diperkirakan masih akan banyak terjadi di tanah air, dengan melakukan pemalsuan Website, Email, maupun Fake Call serta SMS, metode ini disebut dengan memanfaatkan kurangnya kewaspadaan masyarakat.

Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian mengungkapkan, bahwa tren serangan Siber akan terus meningkat. Potensi itu terjadi dikarena semakin masifnya pemanfaatan layanan Digital.

“Semakin meningkat kita menggunakan Digital, pada saat itu juga akan meningkatan kerawanan. Tentunya, dinamika akan berkembang. ya, karena kita akan menghadapi Pemilu 2024 mendatang,” ungkap Kepala BSSN Hinsa Siburian di kantor BSSN Ragunan, Jakarta, Senin (20/02/2023).

BACA JUGA:   Pemkab Nagan Raya Gelar Rapat Persiapan Pameran TTG se-Aceh

Untuk diketahui, sepanjang tahun 2022 total 1.433 insiden Siber yang ditangani BSSN, 26 persen di antaranya merupakan kejadian Data Breach, 26 persen merupakan Web Defacement atau penggantian tampilan Website, 24 persen adalah serangan Ransomware, sementara 24 persen lainnya jenis serangan Siber yang masuk dalam kategori lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *