Cegah Kaki Gajah, Dinkes Aceh Jaya Ajak Masyarakat Minum Obat Cacing

kadinkes-aceh-jaya-rosniar-skm
Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Aceh Jaya, Rosniar SKM. (Foto: Dok Pribadi)

BANDA ACEH – Kaki gajah atau filariasis adalah pembengkakan tungkai akibat infeksi cacing jenis filaria. Cacing ini menyerang pembuluh getah bening dan ditularkan melalui gigitan nyamuk.

Penyakit kaki gajah masih ada di Indonesia, terutama di Provinsi Aceh. Menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, tercatat hampir 13.000 kasus kaki gajah di Indonesia.

Selain tungkai, bagian tubuh lain, seperti organ kelamin, lengan dan dada, juga dapat mengalami pembengkakan. Sebelum timbul pembengkakan, penyakit kaki gajah tidak menimbulkan gejala yang spesifik sehingga pengobatannya sering kali terlambat.

Hal tersebut, disampaikan Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Aceh Jaya, Rosniar SKM, saat dikonfirmasi Situasi.co.id, Rabu (13/12/2023).

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Jaya, Rosniar SKM, telah mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam mengantisipasi penyakit filariasis, yang lebih dikenal sebagai penyakit kaki gajah. Upaya ini dilakukan melalui minum obat cacing yang disarankan dilakukan pada bulan Oktober setiap tahun.

“Penyakit kaki gajah sering disebut euntet dan sayangnya masih banyak yang menganggapnya sebagai penyakit keturunan. Padahal, penyakit ini disebabkan oleh cacing dan ditularkan melalui gigitan nyamuk,” ungkap Rosniar.

Rosniar juga menyampaikan data terkini terkait kasus penyakit ini di daerah tersebut. Terdapat 42 orang yang mengalami kasus kronis dengan pembengkakan di kaki, sementara 11 orang lainnya merupakan kasus baru yang belum mengalami pembengkakan.

Dalam upaya pencegahan, Rosniar menjelaskan, bahwa masyarakat dapat menghindari risiko tersebut dengan rutin minum obat cacing setiap bulan Oktober. Obat ini akan dibagikan oleh petugas Puskesmas di seluruh wilayah kabupaten Aceh Jaya.

BACA JUGA:   MPU Aceh: Penggunaan Zat Berbahaya Dalam Makanan Hukumnya Haram

Rosniar juga menekankan, bahwa obat ini dapat diminta oleh masyarakat kepada petugas di setiap Puskesmas yang tersebar di 9 kecamatan dalam Kabupaten Aceh Jaya. Menyadari pentingnya partisipasi masyarakat, ia berharap agar kesadaran ini dapat membantu mengurangi jumlah kasus penyakit kaki gajah di wilayah tersebut.

Melalui langkah preventif ini, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang lebih sehat dan bebas dari risiko penularan penyakit kaki gajah di Aceh Jaya.

kaki-gajah
Ilustrasi.

Selain itu, Rosniar juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya pengetahuan tentang penyakit kaki gajah. Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan masyarakat dapat lebih proaktif dalam menjaga kesehatan mereka sendiri dan keluarga.

“Kami ingin meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penyakit ini. Penyakit kaki gajah bisa memberikan dampak yang signifikan terhadap kesehatan, terutama jika tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk ikut serta dalam upaya pencegahan ini,” tegas Rosniar.

Pihak Dinas Kesehatan Aceh Jaya juga mengimbau agar masyarakat tetap menjaga kebersihan lingkungan, terutama dalam meminimalkan tempat-tempat yang dapat menjadi sarang nyamuk pembawa penyakit. Langkah ini dianggap sebagai langkah preventif tambahan untuk melindungi masyarakat dari risiko penularan filariasis.

Selain itu, Rosniar menyampaikan bahwa petugas kesehatan di Puskesmas siap memberikan informasi lebih lanjut kepada masyarakat terkait cara pencegahan dan gejala penyakit kaki gajah. Keterlibatan aktif masyarakat dalam upaya ini diharapkan dapat menjadi kunci keberhasilan untuk mengurangi prevalensi penyakit dan meningkatkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

BACA JUGA:   Kejati Aceh Telah Periksa 56 Saksi Terkait Dugaan Kasus Korupsi PSR Aceh Jaya

Dengan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan dapat diciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bebas dari ancaman penyakit kaki gajah di Aceh Jaya. Kesadaran masyarakat dan langkah-langkah preventif menjadi fondasi penting dalam mencapai tujuan tersebut.

Dalam upaya melibatkan masyarakat secara lebih aktif, Dinas Kesehatan Aceh Jaya juga merencanakan kegiatan penyuluhan dan kampanye kesehatan yang akan dilaksanakan di berbagai tingkatan masyarakat. Hal ini bertujuan untuk menyebarkan informasi lebih luas tentang filariasis, gejala penyakit, serta pentingnya minum obat cacing sebagai langkah preventif.

Rosniar menekankan pentingnya kerjasama antara pemerintah daerah, petugas kesehatan, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat. “Kami mengundang semua pihak untuk bersama-sama berpartisipasi aktif dalam program pencegahan ini. Kesehatan merupakan tanggung jawab bersama, dan kolaborasi kita dapat menciptakan perubahan positif,” katanya.

Selain itu, pihak Dinas Kesehatan juga akan terus memantau dan mengidentifikasi kasus-kasus baru secara dini, sehingga tindakan preventif dapat segera dilakukan. Pemeriksaan rutin dan deteksi dini merupakan bagian integral dari strategi pengendalian penyakit kaki gajah.

Rosniar berharap masyarakat Aceh Jaya dapat menjadikan bulan Oktober sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan penyakit kaki gajah. “Kami berharap bahwa dengan upaya bersama ini, kita dapat mengurangi jumlah kasus dan menciptakan Aceh Jaya yang lebih sehat dan sejahtera,” tambahnya.

Melalui sinergi antara pemerintah, petugas kesehatan, dan masyarakat, diharapkan program pencegahan filariasis dapat berjalan efektif dan memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesehatan masyarakat Aceh Jaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *