Daerah  

Danrem 012/TU: Barat Selatan Aceh Punya Potensi Ekonomi Luar Biasa

danrem
Danrem 012/Teuku Umar, Kolonel Inf Riyanto, S.I.P dan sejumlah pejabat terkait menggelar diskusi morning di XELO Coffee Meulaboh, Senin (17/07/2023) (Foto: situasi.co.id/Imran Daoed)

MEULABOHXELO Coffee menjadi tempat diskusi santai pagi ini bagi Komandan Korem (Danrem) 012/Teuku Umar dan sejumlah pejabat terkait di Barat Selatan Aceh, Senin (17/07/2023).

Dalam diskusi tersebut yang berhadir diantaranya, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Meulaboh, Sutarmo, S.H., Customer Focus PT. Pelindo Daya Sejahtera Pelindo Meulaboh, Dida Martino, S.E., Kepala Badan Pusat Statistik Aceh Barat, Rudi Hermanto, S.ST., M.Si, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Meulaboh, Samsul Bahri, mewakili Kakanim Kelas II B Non TPI Meulaboh, Bayu Eka Permana, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Meulaboh, Tri Wahyudi, S.Sos., M.M., serta mewakili dari PT. Trans Continent, Azhari sebagai pelaku usaha.

Diawal diskusi tersebut, Danrem 012/TU Kolonel Inf Riyanto, S.I.P menyampaikan, keprihatinannya terkait tidak maksimalnya operasional beberapa bandara dan pelabuhan laut di wilayah barat selatan Aceh, sementara peluang untuk menarik investor sangat besar.

“Potensi di Barat Selatan Aceh diakui sangat luar biasa, hanya pengelolaannya yang masih perlu ditingkatkan,” kata Riyanto.

Selain itu, lanjut Riyanto, kebutuhan akan daging yang tinggi di negara negara Arab menawarkan peluang besar di sektor peternakan bagi Indonesia dan Malaysia, terutama di Barat Selatan Aceh.

BACA JUGA:   Pj Bupati Ajak Semua Komponen Bersatu Bangun Nagan Raya

Iya berharap, Integrasi antara industri kelapa sawit dan peternakan sapi bisa dapat meningkatkan sektor peternakan di daerah tersebut.

Dijelaskannya, Kemenhub RI telah memberikan peluang peningkatan status tiga pelabuhan, termasuk Sabang, dan dua pelabuhan lainnya yang sedang dipersiapkan. Peningkatan ekonomi di Barat Selatan Aceh akan didorong melalui peluang tol laut.

“Pelabuhan Meulaboh juga akan segera mengalami pengerukan. KSOP diharapkan memprioritaskan fasilitas pelabuhan, terutama di barat selatan Aceh, sebagai perpanjangan tangan dari Menteri Perhubungan,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Bea Cukai Meulaboh, Tri Wahyudi mengungkapkan, peluang pengiriman CPO (Crude Palm Oil) melalui pelabuhan Calang. Tim CIQP harus solid (Customs, Immigration, Quarantine, dan Port Master) bekerja sama dalam melakukan pengawasan di perlintasan. Dengan demikian hal ini memberikan kesempatan bagi pengembangan ekonomi di daerah tersebut.

“Diskusi dengan tujuan untuk memajukan ekonomi di Barat Selatan Aceh sesuai dengan wewenang, tugas, dan kebijakan masing-masing instansi,” katanya

BACA JUGA:   Tim Basket Polda Aceh Melaju ke Perempat Final Usai Kalahkan Tim Warrior Kodam IM

Menyoroti hal itu, Kepala Karantina sejarah ekspor kayu log dari Meulaboh mengungkapkan, bahwa peluang tersebut masih ada hingga saat ini.

“Investasi ekspor komoditas seperti pinang, pala, dan cengkeh melalui pelabuhan, mengingat Barat Selatan adalah penghasil komoditas tersebut,” ujarnya.

Menurut Kepala BPS Aceh Barat, Rudi Hermanto menyampaikan, data pertumbuhan ekonomi, terutama di sub-sektor menunjukkan adanya pergeseran ekonomi Aceh Barat dari sektor pertanian ke sektor pertambangan. Terkait dengan ekspor-impor, regulasi dan kolaborasi dengan Bappeda Aceh Barat menjadi hal penting. Data juga menunjukkan penurunan angka inflasi di Aceh Barat.

“Masalah kemiskinan yang tinggi di Aceh Barat menjadi perhatian, dan salah satu solusinya adalah dengan menekan konsumsi rokok dan mengembangkan sektor pertanian guna mempercepat pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

Oleh karena itu, diskusi pagi ini menjadi momentum penting untuk membahas potensi dan peluang ekonomi di Barat Selatan Aceh.

“Dengan harapan kolaborasi antara pihak terkait dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik,” harapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *