PIDIE – Salah seorang penyandang disabilitas yang bernama Syukri dari Gampong Kuala, Kabupaten Pidie, telah sukses membuka industri kerajinan dari anyaman daun pandan, y ang diberi nama “Koperasi Jasa Disabilitas Maju Bersama“.

Syukri mengatakan industri tersebut telah lama didirikan sejak 2018 silam dan ia telah memperkerjakan sebanyak 19 penyandang disabilitas lainnya yang berasal di Kabupaten tersebut.
“Saat ini ada 19 penyandang disabilitas lainnya di Kabupaten Pidie yang menekuni kerajinan ini di tempat usaha saya,” kata Syukri kepada situasi.co.id, Kamis (20/4/2023).
Meskipun memiliki keterbatasan, tangan kanannya tidak berfungsi secara maksimal. Syukri mampu menghasilkan produk-produk yang memiliki harga nilai jual dipasaran.
Syukri mengatakan, kerajinan yang diolahnya itu menjadi produk atau komoditas yang sangat bernilai ekonomis yakni berupa sandal terbuat dari One Seuke (daun pandan), sepatu, tas, dompet, tempat tisu, kipas tangan hingga gantungan kunci.
“Harga yang dibadrol pun terbilang ekonomis meski barangnya terkesan mewah, mulai dari Rp5 ribu hingga Rp80 ribu untuk satu produk,” ujarnya.

Ia mengaku, produk yang dibuatnya itu belum dipasarkan di seluruh Aceh, tetapi jika ada pesanan maka akan dipenuhi.
“Kami berharap pemerintah dapat membantu menyediakan pasar, khususnya yang dapat menampung produk kerajinan tangan para penyandang disabilitas itu, saya sangat yakin dapat memproduksi sebanyak-banyaknya,“ harapnya.













