Miliki ketersediaan Energi Yang Cukup, PLN Siap Dukung Investasi di Aceh

pln
General Manager PT PLN UID Aceh, Parulian Noviandri (Foto: Antara)

BANDA ACEH – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Distribusi (UID) Aceh menyatakan siap mendukung investasi dari berbagai sektor di provinsi tersebut lewat kehandalan dan ketersediaan energi yang dimiliki oleh perusahaan tersebut.

“Insya Allah kami siap mendukung investasi di Aceh, di mana energi yang tersedia sangat cukup untuk mendukung kehadiran industri diberbagai sektor ekonomi khususnya hilirisasi pertanian,” kata General Manager PT PLN UID Aceh, Parulian Noviandri, di Banda Aceh, Senin (15/5/2023).

Pernyataan itu disampaikannya pada sela-sela kegiatan halal bihalal 1444 Hijriah FK BUMN Aceh yang bertajuk sinergi dan kolaborasi BUMN Aceh untuk menggerakkan ekonomi Aceh dan Indonesia.

Parulian menjelaskan, sistem kelistrikan di provinsi paling ujung barat Indonesia itu, khususnya pada saat ini sangat cukup dan memiliki cadangan daya dalam mendukung kehadiran para investor ke daerah tersebut.

BACA JUGA:   Optimalkan Hasil Tangkapan Nelayan, DKP Aceh Gandeng Pengelola ICS Kab/Kota

“Total daya yang mampu saat ini berasal dari pembangkit yang ada di seluruh Aceh sebesar 601,8 MW dengan beban puncak mencapai 500,3 MW atau surplus 101,5 MW,” kata Parulian.

Lebih lanjut, ia mengatakan, pada tahun 2023 sampai 2024 PLN UID Aceh akan mendapat suplay tambahan daya mencapai 488 MW yang bersumber dari PLTU Nagan Raya 3 dan 4, tak hanya itu tambahan daya juga akan masuk dari pembangkit Peusangan I sebesar 43 MW dan Peusangan II 45 MW.

“Insya Allah daya yang tersedia tersebut sangat cukup dan PLN UID Aceh terus meningkatkan kehandalan dalam upaya mendukung hadirnya investasi yang akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh,” ujarnya.

BACA JUGA:   Kepatuhan Pelaporan SPT Tahunan Pajak Penghasilan di Aceh Tumbuh 11,95 persen

Ia menambahkan, sedangkan potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) di provinsi itu dengan total kapasitas pembangkitan EBT di Provinsi Aceh saat ini mencapai 19,62 MW dan potensi yang ada sebesar 188 MW.

“Selain itu, Energi Baru Terbarukan (EBT) provinsi Aceh saat ini telah mencapai 19,62 MW dari 188 MW potensi yang ada,” demikian kata Parulian.

Perlu diketahui, kegiatan halal bihalal tersebut turut dihadiri Ketua Dewan Pembina FKBUMN Rony Widijarto P, Ketua FK BUMn Aceh T Fauzan dan pimpinan BUMN di Aceh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *