BANDA ACEH – Juru Bicara (Jubir) Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, menyatakan bahwa pemerintah telah berkoordinasi untuk menyelesaikan masalah demi kesuksesan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 di Aceh.
Menurutnya, salah satu tantangan yang dihadapi adalah ketiadaan bank konvensional di Aceh, yang dapat menghambat peserta PON dari berbagai provinsi dalam menjalankan aktivitas ekonomi.
“Kami memahami bahwa bank konvensional tidak dapat beroperasi di Aceh. Namun, Pemerintah Aceh saat ini sedang berkomunikasi dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) dan bank syariah lokal di Aceh untuk berkontribusi dalam memfasilitasi pelaksanaan PON 2024,” kata MTA, Sabtu (21/10/2023).
Lebih lanjut MTA mengatakan, kerja sama dari bank-bank, termasuk yang bersifat konvensional, sangat diperlukan untuk mendukung kesuksesan PON, karena ini adalah upaya nasional, bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah.
“Khususnya dalam hal fasilitas yang mungkin memerlukan transaksi tunai, kami tidak menutup kemungkinan untuk melihat kontribusi bank konvensional terhadap pelaksanaan PON,” tambahnya.
MTA menegaskan bahwa upaya ini merupakan langkah penting yang dilakukan pemerintah Aceh untuk memastikan kesuksesan PON di Aceh.
“Kami sedang berdiskusi dengan bank-bank ini untuk menghindari hambatan yang dapat memengaruhi PON secara signifikan. Ini bukan tentang mengundang bank konvensional kembali ke Aceh, tetapi tentang bagaimana mereka dapat mendukung PON,” tegasnya.













