Perkuat Mental Spiritual WBP, Lapas Sinabang Resmi Sosialisasikan Kurikulum Terstruktur TPQ dan Pesantren

Screenshot 20261021 142955

SITUASI.CO.ID | SIMEULUE — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Sinabang terus memperkuat pembinaan kepribadian dan mental spiritual Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui program pendidikan keagamaan yang terarah dan berkelanjutan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan seminar dan sosialisasi optimalisasi pengelolaan program pembinaan kepribadian dengan fokus pada standardisasi kurikulum pembelajaran Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan pesantren.

Kegiatan yang berlangsung di mushala Lapas Kelas III Sinabang ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Sinabang, Nazaryadi, S.K.M., S.H., M.H. Sosialisasi tersebut merupakan bagian dari implementasi Aksi Perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan VI.

Dalam arahannya, Kalapas Nazaryadi menegaskan bahwa penyusunan kurikulum yang terstandar menjadi langkah penting untuk memastikan pelaksanaan pembinaan keagamaan berjalan lebih sistematis, terukur, dan berkesinambungan.

“Pembinaan keagamaan bagi warga binaan tidak boleh hanya menjadi kegiatan rutin semata, tetapi harus mampu memberikan dampak nyata terhadap pembentukan karakter, peningkatan keimanan, serta penguatan mental spiritual mereka. Karena itu, diperlukan kurikulum yang terstruktur agar proses pembelajaran memiliki arah dan tujuan yang jelas,” ujar Nazaryadi.

BACA JUGA:   Akses Jalan Masyarakat Kecamatan Simeulue Barat Memprihatinkan

Menurutnya, melalui penerapan kurikulum TPQ dan pesantren yang terstandar, warga binaan diharapkan dapat mengikuti proses pembelajaran agama secara lebih terarah, mulai dari peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an hingga pendalaman nilai-nilai keagamaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapan kami, program ini menjadi bekal bagi warga binaan untuk memperbaiki diri, membangun kepribadian yang lebih baik, serta menumbuhkan kesadaran untuk menjalani kehidupan yang positif ketika kembali ke tengah-tengah masyarakat,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan tersebut, Lapas Kelas III Sinabang akan menerapkan jadwal pembelajaran berdasarkan kurikulum yang telah disusun secara konsisten. Pelaksanaan program juga akan disertai evaluasi berkala guna memantau perkembangan dan efektivitas pembinaan terhadap warga binaan.

BACA JUGA:   Ihya Ulumuddin dan Ghufran Zainal Abidin Tinjau Jembatan Lala Bahagia di Kecamatan Salang

Selain itu, pihak Lapas berkomitmen memperkuat sinergi dengan mitra keagamaan setempat untuk mendukung kualitas pengajaran dan keberlangsungan program pembinaan.

Melalui langkah ini, Lapas Kelas III Sinabang berharap pembinaan kepribadian berbasis keagamaan dapat berjalan semakin optimal, sehingga warga binaan tidak hanya memperoleh pengetahuan agama, tetapi juga mampu membangun sikap, perilaku, dan karakter yang lebih baik sebagai bekal untuk kembali berintegrasi dengan masyarakat.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Lapas Kelas III Sinabang dalam mewujudkan pembinaan pemasyarakatan yang lebih terarah, humanis, dan berorientasi pada perubahan positif bagi setiap warga binaan. (RK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *