Daerah  

Satgas Linmas Satpol PP dan WH Aceh Lakukan Patroli Trantibmas di Banda Aceh dan Aceh Besar

Personel Satgas Linmas Satpol PP dan WH Aceh melaksanakan patroli pemantauan serta deteksi dini potensi bencana dan gangguan trantibmas, di Halte Mesjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (14/2/2026).
Personel Satgas Linmas Satpol PP dan WH Aceh melaksanakan patroli pemantauan serta deteksi dini potensi bencana dan gangguan trantibmas, di Halte Mesjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (14/2/2026).

SITUASI.CO.ID | BANDA ACEH – Personel Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan Masyarakat (Linmas) Satpol PP dan WH Aceh melaksanakan patroli pemantauan serta deteksi dini potensi bencana dan gangguan ketentraman dan ketertiban masyarakat (trantibmas), Sabtu (14/2/2026), di wilayah Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar.

Patroli dilakukan dengan menyusuri sejumlah ruas jalan utama dan kawasan strategis, di antaranya Jalan R.A. Kartini, kawasan Penayong, Jalan Moh. Jam, Jalan Iskandar Muda, kawasan Ulee Lheue hingga Lamjame Peukan Bada, Jalan Banda Aceh–Meulaboh, Lhoknga, Jalan Banda Aceh–Medan, serta Jalan Teuku Umar.

BACA JUGA:   Kapal Diduga Pengangkut Etnis Rohingya Terombang-ambing di Perairan Aceh Selatan

Selama kegiatan berlangsung, kondisi cuaca terpantau hujan ringan dan sesekali disertai hujan lebat dengan suhu udara yang relatif dingin. Meski demikian, arus lalu lintas di sejumlah titik terpantau ramai dan padat, namun tetap berjalan lancar.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, situasi di kawasan Penayong, Ulee Lheue hingga arah Lamjame/Peukan Bada terpantau ramai namun tetap tertib. Aktivitas masyarakat menuju kawasan wisata Lhoknga juga terlihat cukup padat.

BACA JUGA:   Satpol PP dan WH Aceh Gencarkan Patroli Pengawasan Syariat Islam

Sementara itu, debit air di kawasan jembatan Ulee Lheue/Lamjame Peukan Bada berada dalam kondisi normal dan aman.

Secara umum, situasi wilayah terpantau aman dan kondusif. Kegiatan patroli berjalan lancar sebagai bagian dari upaya deteksi dini serta pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan maupun bencana di wilayah Kota Banda Aceh dan Aceh Besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *