SIMEULUE – Sehubungan dengan adanya perbedaan pelaksanaan Shalat Hari Raya Idul Fitri 1444 H, dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Simeulue. Meminta semua pihak saling menghormati, menghargai dan saling memahami.
Untuk diketahui, Muhammadiyah menetapkan Lebaran Idul Fitri atau 1 Syawal 1444 H jatuh pada 21 April 2023. Penentuan idul fitri Muhammadiyah didasarkan pada posisi geometris benda-benda langit seperti Matahari, Bumi, dan Bulan.
Sementara itu, perhitungan penetapan idul fitri NU akan disesuaikan dengan hasil lapangan melalui mekanisme pemantauan (rukyatul) hilal. Pola itu yang digunakan NU dalam menentukan penetapan idul fitri dan awal ramadhan.
Dalam hal ini, untuk menyatukan perbedaan itu, pemerintah selalu menyelenggarakan sidang isbat dalam menentukan idul fitri.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Simeulue, saat dikonfirmasi media situasi.co.id Rasmanudin H. Rahamin SE,.menyampaikan, ada beberapa hal yang harus diketahui masyarakat terkait adanya perbedaan pandangan diantaranya:
Pertama, perbedaan sudah menjadi Sunnatullah, yang sudah terjadi sejak lama bukan saat sekarang ini saja.
Kedua, pentingnya penjelasan yang seimbang kepada masyarakat atau jamaah masing-masing untuk saling menghargai keyakinan dalam beribadah.
Ketiga, perbedaan ini bukanlah sesuatu yang perlu diperdebatkan, karena semua ada dasarnya atau biasa dikenal ada dalilnya.
Lebih lanjut, Rasmanudin perbedaan pendapat ini sudah terjadi sejak lama, karena perbedaan cara menentukan atau menghitung hilal. Kemudian faktor geografis masing-masing Negara yang membuat hari raya idul fitri menjadi berbeda.
“Dulu tidak terlalu viral karena kecepatan teknologi informasi yang belum seperti sekarang, namun sekali lagi kami tegaskan semua perbedaan itu, ada dalilnya yang sampai kepada Rasulullah SAW,” tegas Rasmanudin kepada media situasi.co.id jum’at (21/04/2023).
Disamping itu, ia juga berharap hal seperti ini, khususnya Umat Islam, untuk terbiasa menyikapi perbedaan pandangan dan tetap menjaga kerukunan Umat beragama.
“Harapan Ummat Islam kiranya, dalam menyikapi perbedaan pandangan tetap menjaga kerukunan umat beragama,” pungkasnya













