SITUASI.CO.ID | SIMEULUE – Gangguan transportasi laut kembali menjadi perhatian masyarakat Kabupaten Simeulue. Di tengah terganggunya pelayanan KMP Teluk Sinabang akibat kendala teknis saat berlayar, KMP Aceh Hebat 1 yang diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif transportasi justru masih bersandar di Pelabuhan Sinabang.
Kondisi tersebut mendapat sorotan dari Anggota DPR Aceh, Ir. Iskandar. Ia mendesak ASDP, Dinas Perhubungan Aceh, serta pihak terkait lainnya segera mengambil langkah konkret agar KMP Aceh Hebat 1 dapat kembali dioperasikan, khususnya untuk melayani rute Sinabang–Calang, Aceh Jaya.
Menurut Iskandar, persoalan transportasi laut di Simeulue tidak semestinya hanya dilihat sebagai persoalan teknis. Sebagai daerah kepulauan yang terpisah dari daratan Aceh, transportasi laut merupakan urat nadi mobilitas masyarakat sekaligus jalur utama distribusi berbagai kebutuhan.
“Transportasi laut bagi masyarakat Simeulue adalah kebutuhan primer. Kita tidak bisa membiarkan konektivitas masyarakat terganggu tanpa kepastian solusi,” kata Iskandar, Senin (7/9/2026).
Ia menilai keberadaan KMP Aceh Hebat 1 seharusnya dapat dimaksimalkan sebagai langkah alternatif untuk menjaga konektivitas masyarakat Simeulue, terutama ketika pelayanan kapal lain mengalami gangguan.
“Jangan sampai masyarakat yang menjadi korban karena persoalan transportasi ini berlarut-larut. Harus ada solusi konkret dan nyata, bukan hanya retorika,” tegasnya.
Iskandar juga mengingatkan bahwa terganggunya transportasi laut tidak hanya berdampak terhadap masyarakat yang hendak bepergian. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi distribusi barang, aktivitas perekonomian, pelayanan masyarakat, hingga ketersediaan dan harga kebutuhan pokok.
“Kalau transportasi laut terganggu, distribusi barang juga ikut terganggu. Pada akhirnya masyarakat yang menanggung dampaknya, termasuk melalui kenaikan harga kebutuhan pokok,” ujarnya.
Karena itu, ia meminta seluruh pihak yang memiliki kewenangan, termasuk ASDP, Dinas Perhubungan Aceh dan UPP Kelas III Calang, memberikan perhatian serius terhadap keberlangsungan layanan transportasi laut menuju dan dari Simeulue.
“Sekali lagi, ini kebutuhan dasar dan kebutuhan masyarakat luas. Jadi, harus ada langkah cepat dan nyata untuk memastikan jalur transportasi laut Simeulue tetap berjalan,” imbuhnya.
Iskandar yang merupakan putra asli Simeulue itu memastikan akan terus mengawal dan memantau perkembangan persoalan transportasi laut tersebut.
Ia berharap pihak terkait segera memberikan kepastian mengenai langkah penanganan gangguan KMP Teluk Sinabang sekaligus status pengoperasian KMP Aceh Hebat 1, sehingga masyarakat tidak terus berada dalam ketidakpastian.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak ASDP maupun instansi terkait lainnya mengenai kondisi KMP Aceh Hebat 1 dan rencana pengoperasiannya pada rute Sinabang–Calang.(RK)













