Warga Palestina di Tepi Barat Dibunuh Pasukan Israel

Asap mengepul selama serangan militer Israel terhadap Nur Al Shams di Tepi Barat
Asap mengepul selama serangan militer Israel terhadap Nur Al Shams di Tepi Barat yang diduduki pada Kamis, 19 Oktober. (Foto: Majdi Mohammed/AP Photo)

PALESTINA – Warga Palestina yang berkedudukan di Tepi Barat telah dibunuh oleh pasukan Israel. Dalam pembantaian itu, setidaknya 75 orang warga Palestina meninggal dunia sejak perang Gaza meletus pada 7 Oktober lalu, Jumat (20/10/2023).

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan, pasukan Israel membunuh tujuh warga Palestina dalam penggerebekan di kamp pengungsi Nur Al-Shams di kota Tulkarem, Kamis 19 Oktober 2023. Dan salah satu korban adalah anak laki-laki berusia 16 tahun.

Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan, petugas medisnya merawat 25 orang di Nur Shams, sebagian besar karena luka tembak.

“Ambulans ditahan oleh pasukan pendudukan yang membawa orang-orang terluka di dalamnya,” kata organisasi itu dalam sebuah pernyataan yang dikutip situasi.co.id dari Aljazeera.

Kemudian, kementerian juga menyebutkan, dua warga Palestina lainnya tewas dalam insiden terpisah di kamp pengungsi Dheisheh dan kota Budrus.

BACA JUGA:   Amiruddin Terima Donasi dari Disdikbud untuk Palestina

Hingga saat ini, pasukan Israel telah meningkatkan serangan di kota dan perdesaan Palestina dan melakukan kampanye penangkapan besar-besaran di Tepi Barat. Dimana, Tepi Barat merupakan tempat warga Palestina mengadakan protes sebagai bentuk solidaritas terhadap Gaza.

Israel memulai serangannya di Gaza setelah kelompok Palestina Hamas, yang menguasai Jalur Gaza dan melancarkan serangan brutal di Israel selatan yang menewaskan sedikitnya 1.400 orang dan menawan lebih dari 200 orang lainnya.

Sejak saat itu , Israel memberlakukan pengepungan total terhadap Gaza dan memutus akses terhadap air, makanan, listrik serta bahan bakar bagi 2,3 juta penduduk di jalur tersebut. Tak hanya itu, Israel tanpa henti membombardir wilayah tersebut. Setidaknya 3.785 orang tewas dalam serangan itu. (menurut otoritas kesehatan Palestina)

Pihak berwenang Israel di Tepi Barat yang diduduki telah menangkap lebih dari 600 orang sejak pertempuran dimulai. Warga Palestina di Yerusalem Timur yang diduduki juga telah memperingatkan tentang meningkatnya pelecehan yang dilakukan oleh pemukim Israel dan pasukan keamanan.

BACA JUGA:   Keluarga Reporter Al-Jazeera di Gaza Terima Ancaman dari Tentara Israel

Kemudian, militer Israel mengatakan, dalam sebuah pernyataan bahwa mereka terus beroperasi di kamp [Nur Al Shams] untuk menggagalkan aktivitas terror.

Protes di Tepi Barat

Protes di Tepi Barat yang semakin intens menyusul laporan ledakan di sebuah rumah sakit di Gaza yang menurut pihak berwenang Palestina menewaskan ratusan orang pada hari Selasa dan juga menargetkan Otoritas Palestina (PA), yang telah lama mendapat kritik atas kebijakannya.

Pada hari Selasa 17 Oktober 2023, pasukan keamanan PA menggunakan gas air mata dan granat kejut untuk membubarkan pengunjuk rasa yang meneriakkan penggulingan Presiden Mahmoud Abbas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *