Pascabencana Aceh, Relawan MDMC Muhammadiyah Bangun Akses Air Bersih

IMG 20260215 WA0004
Relawan MDMC Muhammadiyah saat pengerjaan sumur bor, di Desa Blang Seunong, Kabupaten Aceh Timur. Foto:(Ist)

SITUASI | Banda Aceh- Bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh pada 26 November 2026 lalu masih menyisakan beban bagi warga terdampak salah satunya yakni akses air bersih bagi masyarakat setempat, Minggu (15/2/2026).

Hingga kini lokasi terdampak pascabencana banjir yang melanda Aceh masih terdapat lokasi yang sulit untuk diakses air bersih akibat endapan banjir yang merusak fasilitas sumber air.

Relawan tergabung dalam Muhammadiyah Disaster Center Management (MDMC) terus lakukan upaya pembuatan sumur bor di sejumlah titik di Kabupaten Aceh Timur, Aceh.

‎Abd. Fajar Ruddin Sitakar, relawan MDMC Aceh yang ikut serta dalam rombongan tersebut, menyampaikan aksi relawan ini melibatkan berbagai wilayah yakni, relawan MDMC Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kota Solo dan Aceh.

“Relawan dari Aceh dan solo itu bertugas pengebor sumur sedangkan relawan dari NTB ada yang bertugas untuk Psikososial ke warga, data informasi, dan dukungan logistik,” kata Fajar.

BACA JUGA:   Ramon Taria: Pilkada Serentak Segera Digelar, Hindari Money Politik

Rombongan tersebut menargetkan pembuatan sumur sebanyak 5 titik. Sedangkan sudah selesai di bor sebanyak 3 titik berlokasi di Kabupaten Aceh Timur.

Dari kelima titik tersebut, lokasi pertama dibangun sumur bor yakni di Masjid Babut Taqwa Desa Blang Seunong, lokasi kedua di SD Blang Seunong, Desa Blang-blang Seunong, dan lokasi ketiga di SMP 5 Pante Bidari, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur.

Kemudian, untuk dua titik lagi masih dalam pengerjaan yakni, di Meunasah dan Warung Kopi titik tengah, Dusun Alue Limeng, Desa Blang Seunong, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, ungkapnya.

BACA JUGA:   Pemkab Pidie Teken Kesepakatan Ganti Untung Tol

Sedangkan untuk kedalaman masing-masing sumur bor yaitu 17 hingga 48 Meter tergantung lokasi pengeboran sumur, katanya.

“Kita berharap dengan adanya sumur ini agar bisa dimanfaatkan bagi warga setempat yang mana mendekati bulan suci ramadhan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat,” harapnya.

‎Sebelumnya kata dia, masyarakat menggunakan air yg tercampur lumpur untuk berwudhu, muda-mudahan dengan sumur ini warga tak lagi memakai air bercampur lumpur.

Untuk diketahui, keberangkatan rombongan tim relawan ini dimulai 23 Januari dan tiba dilokasi pada 26 Januari 2026, hingga kini masih dilapangan di Kabupaten Aceh Timur.

Mesin pengeboran dikirim dari MDMC Surakarta, selain melakukan pengeboran relawan juga ikut serta membantu pembersihan sumur warga yang tertimbun lumpur akibat banjir bandang yang melanda Aceh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *